Formula E Chili: Akhir Dari Segalanya

FIA


Otojatim (Santiago)- Setelah kehilangan reli Dakar di 2019, Chili mengakhiri balapan
Formula E di musim 2019-2020 sebagai seri kedua di musim ini. Kontrak penyelenggaraan FE di Santiago dilangsungkan selama 3 musim, terhitung sejak musim 2017/18 dan akan habis akhir pekan ini. Perpanjangan kontrak tidak dimungkinkan karena harus menunggu Pemilu setempat yang akan berlangsung bulan Oktober, sedangkan kalender Formula E musim 2020/21 akan diumumkan sekitar musim panas.

Slot kalender yang akan ditinggalkan Santiago kemungkinan besar akan diisi oleh balapan di Brazil, yang saat ini digenjot pelaksanannnya oleh Juara Formula E musim pertama, Nelson Piquet Jr.
Brazil sendiri terhitung dua kali masuk kalender Formula E sebelum akhirnya batal. Oleh karena itu Piquet ditunjuk dengan harapan bisa merealisasikannya. Pelaksanaannya pun direncanakan antara di Rio de Janeiro atau Sao Paulo. Amerika Selatan adalah salah satu pasar yang penting bagi Formula E berkat penjualan mobil yang besar dan kentalnya mereka dengan dunia balap. Formula E berharap bisa kembali ke Santiago dan menargetkan "South American Triple-Header" dengan balapan di Mexico City, Santiago, dan Brazil.

Sirkuit Parque O'Higgins di ibukota Chili, Santiago menjadi saksi bisu aksi Maximilian Gunther yang berhasil menjadi juara di seri kedua musim 2019-2020 pada 18 Januari lalu. Pebalap BMW  ini berhasil mengalahkan  Antonio Felix da Costa Dari DS Techeetah dan Mitch Evans dari Jaguar. Sementara meski finish keenam, Stoffel Vandoorne dari Mercedes tetap berada di pemuncak klasmen pebalap dengan 38 poin unggul 2 poin dari pebalap BMW, Alexander Sims yang mengantongi 35 poin. Pada Klasemen konstruktor, BMW berada di puncak dengan 60 poin diikuti Mercedes dengan 56 poin dan Virgin Racing dengan 32 poin.

LihatTutupKomentar