Kematian Holden Commodore dan Masalah Mendera Holden Part 1

Holden Commodore Berhenti Dipasarkan Karena Penjualan Buruk dan Tren SUV terus berlanjut


Melbourne, Otojatim.com Holden memutuskan untuk mematikan mobil legendaris mereka sekaligus ikon kelas pekerja Australia, Commodore. Setelah melalui masa sulit di penjualan tahun 2019 serta tren SUV dan Ute sangat digemari oleh konsumen Australia saat ini. Entah kenapa, Holden memutuskan untuk suntik mati produk yang terbilang punya hubungan emosional dengan orang Australia.

Holden masuk pasar Indonesia pada tahun 1960-an. Model Holden yang masuk kesini seperti Monaro, Kingsman, Torana sampai premiere pun tersedia. Meskipun eksistensi mobil asal Australia ini tidak terlalu besar seperti model Jepang. Cuma melihat sepak terjang serta kurangnya penyerapan pasar dan ditambah kalahnya dari mobil Jepang, alhasil Holden menyerah di Indonesia.

Tetapi, Holden tetap Holden dengan mesin V8 karburator dan bersuara gahar, seolah jadi ikonik mobil Aussie sampai medio 2000-an. Setelah itu, Holden Commodore jadi sedan paling diperhitungkan di Australia serta diekspor sebagai Chevrolet SS.

Hal ini pertanda kalau Holden Commodore dipercaya untuk mengisi celah sedan di Amerika Serikat. Tetapi, itu semua berubah tatkala GM mulai berhenti produksi Holden dan mengimpor dari Eropa demi efisiensi.

Karena model-nya sendiri tidak menunjukkan Aussie Sedan serta tidak ada opsi mesin V8, Alhasil Holden terima nasib penjualan menurun parah. Ditambah tahun 2019 jadi masa suram Holden dan Commodore.

Karena itu, Holden memutuskan untuk pensiunkan model Commodore dan Astra untuk mengikuti tren saat ini, SUV. Sedih, iya tapi namanya kebijakan manajemen dan semua strategi sudah dilakukan. Namun masalah mendera lainnya patut diketahui dibalik kegagalan Holden Commodore tersebut.

LihatTutupKomentar