Cari Alamat dan Telepon Dealer:

Toyota Satria: Memajukan Atlet Indonesia Di Luar Balap

PT TAM 
Otojatim (Jakarta)- Toyota sudah memajukan pebalap-pebalap Indonesia lewat Toyota Team Indonesia (TTI). Beberapa pebalap seperti Adrianza Yunial, Demas Agil, Anjasara Wahyu dan
Alinka Herdianti menjadi bukti kalau pebalap-pebalap didikan mereka bukanlah pebalap kacangan akibat rentetan prestasi terbaik di lintasan balap baik dalam maupun luar negeri.
Tapi bagaimana jika PT Toyota Astra Motor (TAM) membina atlet non pebalap? Toyota Satria adalah jawabannya.

Satria bukanlah mobil, melainkan “Start Your Impossible” yang membina atlet-atlet non balap yang pernah membawa nama Indonesia ke pentas dunia, layaknya pebalap-pebalap TTI.
“Start Your Impossible” diharapkan tidak hanya menjadi sekedar campaign, melainkan sebagai suatu inisiasi yang dapat menginspirasi seluruh karyawan, pemangku kepentingan, dan pelanggan Toyota, serta mengkoneksikannya ke dalam satu komitmen yang sama. Saat Asian Games 2018 lalu, Toyota menghadirkan dua nama atlet yakni pemain bulutangkis Marcus Fernaldi Gideon dan atlit angkat besi Ni Nengah Widiasih sebagai ikon dari program Start Your Impossible. Dari tidak mungkin menjadi mungkin adalah kerja keras seorang atlet pemula sebelum menjadi atlet besar yang membawa nama tanah air di kancah internasional.

Di tahun ini, hadir kelanjutan dari program tersebut dengan nama Satria. SATRIA – Satukan Bakat Negeri Kita adalah pembibitan atlet muda dari berbagai bidang olahraga dan tidak membedakan status. Atlet dari kalangan penyandang cacat sampai atlet normal mampu dibina PT TAM untuk menjadi yang terbaik di Indonesia atau dunia. “Berbeda dari sponsorship pada umumnya, Toyota tidak hanya mendukung atlit-atlit pro yang sudah sukses seperti Marcus & Widiasih, tetapi juga memberikan dukungan kepada atlit-atlit muda potensial yang mempunyai semangat “Start Your Impossible” dalam dirinya,” ujar  Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto.
Program Satria ini membidik atlet-atlet muda dibawah usia 20 tahun dan akan dilatih oleh para atlet-atlet senior tanah air. Beberapa nama yang sudah masuk daftar adalah  mantan perenang - Richard Sambera, tokoh penting dalam olahraga disabilitas di Indonesia - Nino Susanto, dan wartawan senior olahraga - Eko Widodo. Akan ada coaching clinic dari mereka sekaligus mendapat akses ke olimpiade/paralimpik Tokyo 2020 untuk 6 atlet muda berprestasi yang diseleksi langsung oleh PT TAM. “Kami berharap program seperti SATRIA ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan demi membantu para atlit muda potensial dalam mewujudkan impiannya menjadi juara di bidang olahraganya masing-masing,” “Semoga, SATRIA dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan atlit dan pertumbuhan olahraga Indonesia di masa depan sehingga dapat melahirkan para atlit juara di level nasional/regional/internasional,” kata Henry.

Share on Google Plus

About Berto Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Iklan Sticky