Cari Alamat dan Telepon Dealer:

SF90 Dan P80-C: Dua Mobil Pelipur Lara Ferrari Ketika Gagal Bersinar di F1

SF90
Ferrari

Otojatim (Maranello)- Tidak dipungkiri kalau Scuderia Ferrari sedang tidak maksimal. Hal itu disebabkan manajemen tim dan kondisi mobil yang tidak beres ditambah dengan permainan licik dari pihak yang menguntungkan satu tim dengan regulasi terbuka. Meski begitu, baik Sebastian Vettel dan Charles Leclerc masih bertempur untuk tim yang memiliki warna dasar merah itu di klasemen konstruktor.

Tahun ini, Ferrari menyambut 90 tahun kiprah mereka di ajang balap F1. Maka dari itu, mereka melahirkan SF90 Stradale yang merupakan mobil plug-in hybrid (PHEV) pertama bermesin V8. Mobil ini menggunakan basis dari F8 Tributo dengan memiliki material baru yang diilhami dari 488 GTE dan Challenge Evo, dua mobil balap GT milik pabrik asal Italia itu. Nama Stradale sebelumnya pernah dipakai oleh 360 Challenge Stradale yang merupakan varian termahal dari 360.
SF90 sendiri memiliki fitur e Manettino yang bisa disetting sedemikian rupa. Mode berkendara ini terdiri dari Wet, Sport, Race, CT-Off, sampai ESC Off. Tidak hanya itu, mode E Drive disematan untuk pertama kalinya karena mobil ini menggunakan motor listrik dengan daya jarak 25 km dan bisa disetting dalam mode lain seperti Hybrid, Peformance dan Qualify.

Adapun mesin yang digunakan sama saja dengan F8 Tributo yakni V8 berkapasitas 4000 cc turbo dengan kekuatan 769 dk dengan torsi 800 nm. Sementara motor listrik sendiri merupakan teknologi  MGU-K (Motor Generator Unit-Kinetic) dengan jumlah 3 motor sekaligus dapat menghasilkan daya 217 dk. Jika mesin V8 dengan 3 motor listrik digabungkan maka mobil ini akan berdaya 986 dk dan memiliki kemampuan akselerasi 2,5 detik untuk 0- 100 km/jam serta angka untuk kecepatan puncaknya adalah 340 km/jam.

P80-C
Ferrari
Tidak hanya itu, Ferrari juga melahirkan mobil khusus. Mobil ini bernama P80-C dan disinyalir sebagai pengganti bagi La Ferrari. P80-C merupakan hypercar yang mengambil konsep Sports Prototype dan bisa dibilang merupakan langkah utama jika Ferrari bisa masuk ke kategori hypercar dalam balap ketahanan musim 2021 mendatang.

Baca juga: Ferrari Trans Java Tour 2019: Jelajah Jawa Dengan Ferrari 

Desain mobil ini sangat mirip 288 BB dengan paduan gaya samping ala 488 GTE dan bagian belakang mirip dengan FXXKK. Untuk bagian interior menggunakan model dari 488 GT3 berstandar FIA untuk kompetisi balap GT dengan kelengkapan setir balap, jok bucket seat, sabuk pengaman 5 titik, tabung pemadan dan meter instrumen inovatif. Sama dengan 488 GT3, mobil ini menggunakan mesin 3900 cc V8 dengan daya 600 dk dan memiliki torsi 700 nm.

Baca juga: Kegiatan Amal FOCI: Dua Kali Secara Langsung 

Dua mobil ini merupakan pelipur lara Ferrari ketika mereka gagal meraih hasil gemilang di F1 2019. Akan tetapi, dalam ajang Le Mans 24 Jam (FIA WEC) pada 15-16 Juni lalu malah bersinar. Adalah tim AF Corse yang melakukan hal tersebut di kelas GTE Pro dengan jasa James Calado, Alex Pier Guidi dan Daniel Serra. 
Share on Google Plus

About Berto Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Test Drive Almaz