Cari Alamat dan Telepon Dealer:

The Elite 2018: Tribute To GTR, Hadirkan GTR GT3 Sebagai Ikon


Adinata Pramadya


Otojatim (Tangerang)- Meski digelar bersamaan dengan trackday supercar di lokasi tidak jauh dari ICE, The Elite tetap meriah dan megah. Tidak seperti di tahun-tahun sebelumnya, acara yang digelar pada 24 November ini mengundang Junior dari Wekfest sebagai juri utama dan Justin Jero sebagai main model.

Dihadiri puluhan mobil yang memasuki hall 1 ICE BSD, acara ini memang meriah dengan berbagai macam mobil modifikasi dari seluruh Indonesia. Beberapa mobil berasal dari Jogjakarta, Pekanbaru dan Surabaya turut ikut serta di dalamnya hingga terlihat beberapa mobil juga pernah ikut
serta di ajang Indonesia Modification Expo pada 17-18 November lalu mejeng bersama peserta lainnya.

"Sebelumnya saya garis bawahi dulu, bahwa event ini sebenarnya pameran mobil tapi versi modifikasi. Tidak ada kompetisi di event ini, karena kami hanya show saja. Tentang adanya pemberian award, itu semacam apresiasi saja. Mengingat kami menghargai effort atau upaya yang dilakukan para modifikator. Jadi bukan award hasil penilaian yang terbaik," ujar Riswan Rusdiansyah
selaku event director. Berbeda dari tahun sebelumnya, acara tahun ini dipenuhi oleh mobil Nissan Skyline GTR. Mobil yang akan memasuki usia 50 tahun ini sengaja dibuat tribute section untuk menghormati produksi mobil yang pernah berjaya di era 90an ini. Komunitas GTR Owners Club Indonesia (GOCI) selaku komunitas utama Nissan Skyline GTR di tanah air membawa model-model GTR mulai dari R32 sampai R35 GTR yang eksis di tanah air berkat importir umum dan modifikasi aftermarket. Tidak main-main, sebuah Nissan GTR GT3 menjadi ikon The Elite 2018. Mobil dari rumah modifikasi XS Enginerring ini dibawa utuh dari Jepang dan menjadi maskot dari rumah modifikasi asal Pluit, Jakarta Utara ini.

GTR GT3 merupakan mobil yang eksis di kejuaraan Super GT sampai Blancpain GT. Mobil ini mempunyai tenaga 550 dk dengan torsi 637 nm dari mesin standarnya VR38DETT V6 twin-turbo berkapasitas 3800 cc. soal transmisi, mobil yang menjadi ikon di Need For Speed Shift 2 dan Gran Turismo ini menggunakan 6 percepatan sekuensial dan berpenggerak roda belakang. Mengapa menggunakan penggerak roda belakang? Karena di masa lalu, penggerak 4 roda yang menjadi penggerak sebenarnya dari mobil berjuluk Godzilla ini sering membawa kemenangan beruntun sehingga penggerak 4 roda dilarang dipakai balapan. Balapan Japan Touring Car maupun Australian Touring Car pernah dijajah GTR sampai Spa 24 Jam juga dimenangi mobil ini pada 1991. Tampilan eksteriornya sudah garang karena telah dipakai aerokit berbahan karbon fiber nan ringan plus ban slick guna mencengkram aspal lebih baik di sirkuit.
Share on Google Plus

About Adinata Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Imlek Hyundai