Cari Alamat dan Telepon Dealer:

F1 Jepang: Ketika Tapal Kuda Lepas Dari Kakinya, Ferraripun Kalah Di Suzuka

FIA



Otojatim (Mie)- Sejak 1988, balap formula 1 di Jepang sudah mendapat tempat dengan adanya sirkuit Suzuka untuk tempat perhelatan. Meskipun begitu, jasa sirkuit lain seperti Fuji dan Okayama juga berkontribusi meski terdapat banyak kendala baik dari cuaca, keselamatan pebalap hingga lokasi. Meskipun begitu, Jepang sendiri merupakan tempat digelarnya banyak balapan terbaik dunia seperti Motogp, Blancpain GT (dahulu FIA GT), FIA WEC (balap ketahanan) hingga WRC (reli dunia).

Sirkuit Suzuka yang memiliki panjang 5,8 km sendiri mempunyai nilai sejarah tersendiri bagi pecinta F1 karena disanalah berbagai macam pertarungan sengit terjadi di sirkuit berbentuk angka 8 ini. Akan tetapi, sirkuit yang dimiliki pabrikan Honda itu mendapat nilai duka akibat meninggalnya beberapa
pebalap nasional maupun internasional ketika terjadi balapan. Sebut saja, Jules Bianchi yang meninggal di musim 2014. Hal ini akibat mobil Marrusia yang dikemudikan pebalap Perancis itu menabrak traktor di salah satu tikungan. Traktor yang menolong mobil balap Sauber tiba-tiba ditabrak Bianchi hingga menyebabkan dirinya meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit terdekat. Meskipun begitu, semua fans dan official mendukung perjuangan pebalap masa depan Ferrari ini dengan menyatakan belasungkawa.

Pada musim ini, F1 Jepang  merupakan seri kandang bagi tim Scuderia Toro Rosso yang menggunakan mesin Honda. Pendukung yang banyak membuat tim berwarna biru terang ini makin percaya diri dalam balapan selama 53 putaran itu. Hanya saja, Pierre Gasly dan Brendon Hartley gagal mendapat hasil memuaskan karena finish ke-11 dan ke-13 dalam balapan sejauh 307 km ini.
Hanya saja, dominasi Lewis Hamilton makin menjadi-jadi setelah dirinya meraih kemenangan keempat beruntun sejak GP Belgia. Ia bersama Valtteri Bottas berhasil menguasai balapan yang bergulir pada 7 Oktober ini tanpa cela satupun. Sementara, Max Verstappen dari Red Bull finish ketiga di balapan ini dan rekan setimnya, Daniel Ricciardo finish keempat.

Jika merunut dari film Fast And Furious Tokyo Drift, "ketika tapal kuda lepas dari kakinya, maka kau akan kalah" dimana ketika Takashi, pedrifter yang menjadi musuh dari Sean Bosswell, tokoh utama
diprediksi akan kalah di balapan terakhir ternyata terjadi dan dirinya pergi dari Tokyo sekaligus kehilangan kekuasaannya di dunia balap liar Jepang. Di dunia nyata, efek dari Peribahasa Jepang itu terjadi pada kubu Ferrari dimana Sebastian Vettel bersenggolan di tikungan Spoon hingga melintir. Untungnya, Vettel bisa finish keenam dibelakang rekan setimnya, Kimi Raikkonen yang finish kelima. Dengan ini, harapan Vettel untuk menjadi juara dunia terkubur sempurna karena Hamilton berada di urutan pertama dengan 331 poin dan Vettel di posisi kedua dengan 264 poin. Bottas sendiri berada di posisi ketiga dnegan 207 poin dan Raikkonen di tempat keempat dengan 196 poin. Tiga balapan selanjutnya akan berlangsung di benua Amerika dengan GP Amrika pada 21 Oktober, GP Meksiko pada 28 Oktober dan 11 November akan bergulir GP Brasil.
Share on Google Plus

About Adinata Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Imlek Hyundai