Cari Alamat dan Telepon Dealer:

F1 Austria: Pesta Pora Dan Malapetaka

Red Bull Content Pool


Otojatim (Spielberg)- Austria memang adalah sebuah negara kecil. Tapi kultur motorsport di Austria memang sedang berkembang saat ini. Sejak digelar pada 1963 di bandara Zeltweg, Grand Prix Austria membuat sejarah di negeri penghasil garam itu. Hanya saja, gelaran di sirkuit markas tentara tersebut amatlah berbahaya akibat lebar lintasan yang sempit dan punya aspal bergelombang. Pada 1970-1987, sirkuit Österreichring menjadi tempat gelaran balap grand prix. Meskipun begitu, tingkat keselamatan yang kurang membuat sirkuit Österreichring  harus direnovasi plus berpindah tangan. Melalui tangan dingin desainer sirkuit ternama Hermann Tilke, sirkuit dirombak panjangnya dari 5,9 km ke 4,3 km sekaligus menambahkan aspek keselamatan tingkat tinggi untuk menggelar kembali grand prix. Pada 1996, perusahaan komunikasi A1 memiliki sirkuit ini sekaligus mengubah nama Österreichring ke A1 Ring. Pada 2004, kembali lagi sirkuit direnovasi sekaligus berganti kepemilikan dari A1 ke Red Bull yang merupakan perusahaan asal Austria yang sedang aktif di berbagai ajang olahraga. Sempat terpikir untuk memperpanjang layout kembali dari 4,3 km ke 6,5 km (lebih panjang dari sirkuit aslinya, Österreichring yang hanya 5,9 km) tapi tidak jadi. Pada 2010, sirkuit selesai dikerjakan dan berganti nama dari A1 Ring ke Red Bull Ring. Setelahnya, balapan grand prix digelar kembali pada 2014 sekaligus Motogp digelar kembali pada 2016 setelah absen hampir 19 tahun yakni sejak 1997.

Nah, pada balapan yang digelar pada 1 Juli itu fans tim tuan rumah Red Bull berpesta pora. Hal ini disebabkan Max Verstappen yang berhasil menjadi juara di "kandang banteng". Tanpa berpikir panjang, pebalap asal Belanda itu berhasil mengalahkan duet Ferrari yakni Kimi Raikkonen dan Sebastian Vettel. Sejatinya, rekan satu tim Verstappen yakni Daniel Ricciardo gugur akibat masalah teknis. Pebalap yang berulang tahun pada 1 Juli itu tidak bisa memuaskan penggemarnya di "kandang banteng" karena gagal finish. Sejatinya, Raikkonen sempat menebar ancaman di detik-detik terakhir tapi Verstappen mampu bertahan dengan kondisi ban yang makin terkikis sampai garis finish.
Meskipun finish ketiga, Vettel memuncaki klasemen pebalap dengan 146 poin mendahului Lewis Hamilton dari Mercedes dengan 145 poin.

Malapetakan terjadi pada duet Mercedes yakni Hamilton dan Valterri Bottas. Bottas dan Hamilton gagal finish akibat kerusakan teknis sehingga keduanya gugur tanpa poin. Akibatnya, penonton bersuka cita dengan gagalnya tim yang membuat bosan balapan F1 itu. Di klasemen konstruktor, Ferrari menyalip Mercedes dengan 247 poin sementara tim asal Jerman ini harus puas di posisi kedua dengan 237 poin. 
Share on Google Plus

About Adinata Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Imlek Hyundai