Cari Alamat dan Telepon Dealer:

WEC Perancis, Penantian Lama Dan Drama Di Le Mans

Toyota Motorsport


Otojatim (Le Mans)- Selain Grand Prix Monako untuk F1 dan Indy 500 di Indycar, dunia balap mobil sudah mengenali ajang grand prix mereka sendiri bernama Le Mans 24 jam. Balap ketahanan ini digelar pada 1923 tepatnya di sirkuit de La Sarthe, Le Mans, Perancis. Ajang balap tersebut menguji kemampuan pengendara dan mobil selama 24 jam sama seperti Nurburgring 24 jam (Jerman) dan Spa 24 jam (Belgia, masuk ke kalender Blancpain GT). Jika di Nurburgring dan Spa mengikutsertakan supercar GT sebagai kelas utamanya maka di Le Mans menggunakan mobil balap prototipe sebagai mobil balap tercepatnya. Soal lintasan, sirkuit La Sarthe ini berjarak 13 km dengan dua lintasan berbeda yakni permanen dan non permanen alias sirkuit jalan raya. Bagian sirkuit permanen sendiri sering dipakai balap Motogp seri Perancis. 

Pada musim ini, balapan bergengsi tersebut masuk ke seri kedua balap ketahanan dunia (WEC) 2018-2019. Setelah gagal pada 2016-2017, tim Toyota yang menurunkan 2 mobil (mobil TS050 bernomor 8 dan 7) di kelas LMP1 mampu meraih kemenangan overall perdanannya di ajang Le Mans 24 jam. Menggunakan jasa pebalap Formula E Sebastian Buemi, pebalap F1 Fernando Alonso dan pebalap Super GT Kazuki Nakajima mereka berhasil meraih kemenangan perdana sekaligus mengulang hasil bagus pada 1999 saat Toyota turun dengan mobil GT One di kelas GT1. Pada posisi kedua dihuni TS050 bernomor 7 yang beranggotakan Mike Conway, Kamui Kobayashi dan Jose Maria Lopez. Dengan kemenangan ini, Fernando Alonso yang pernah menjadi juara dunia F1 2005-2006 akan menjadi pebalap terbaik dunia saat merengkuh gelar "Triple Crown" jika turun di ajang Indy 500 dan memenangkan lomba balap mobil formula Amerika itu di sirkuit Indianapolis, Amerika Serikat. Kemenangan ini memantapkan Toyota sebagai pemuncak klasemen tim di kelas LMP1 dengan 65 poin disusul tim Rebellion dengan 38 poin. " Sangat senang berada disini sejak lama dan kami berhasil merengkuh kemenangan dengan mobil terkuat" ungkap Nakajima via sportcar365. "Kami berhasil finish tanpa masalah berarti hingga akhirnya mampu berjaya di sini meski ini sebuah keberuntungan" ungkap pebalap Jepang tersebut.

Di kelas lain yakni LMP2 terjadi drama akibat mobil G Drive Oreca Gibson yang dipakai trio Roman Rusinov, Jean-Eric Vergne dan Andrea Pizzitola dihukum setelah steward mengetahui adanya pemakaian restriktor bahan bakar ilegal. Akibatnya, tim G Drive yang sempat mencicipi podium langsung didiskualifikasi dan menyerahkan kemenangan ke tim Signatech Alpine Gibson. Tim yang dihuni jagoan2 lokal seperti Nicolas Lapierre, Pierre Thiriet dan  Andre Negrao. Di Kelas GTE Pro dan AM, pabrikan Porsche mampu menguasai dua kelas dengan dua tim berbeda. Tim pabrikan Porsche yang dihuni  Kevin Estre, Michael Christensen dan Laurens Vanthoor mampu berjaya di kelas GTE Pro dengan 911 RSR berlivery "babi pink" julukan dari mobil 917 yang pernah menjadi mobil tercepat di musim 1971. Adapun tim satelit pemakai Porsche lainnya yakni Dempsey Proton berjaya di GTE AM dengan beranggotakan trio Matt Campbell, Christian Reid, dan Julien Andlauer. Seri selanjutnya dari WEC 2018-2019 akan bergulir di Silverstone pada bulan Agustus mendatang.
Share on Google Plus

About Adinata Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Imlek Hyundai