Cari Alamat dan Telepon Dealer:

WTCR Maroko, Sejarah Baru Balap Turing Telah Tiba

FIA


Otojatim (Maroko)- Sirkuit Jalanan Moulay El Hassan, Maroko pada 8 April lalu menjadi saksi bisu perhelatan balap turing terbaru gabungan dari WTCC (balap turing dunia) dengan TCR (Touring Car Racing) menjadi FIA World Touring Car Cup atau dikenal dengan WTCR. Ajang ini menarik minat banyak pabrikan mulai dari pemain lama seperti Honda dan Seat sampai pemain baru seperti
Hyundai, Audi, Peugeot, Volkswagen hingga Alfa Romeo tampil di dalam kejuaraan dunia ini. Demi bisa ikut serta, pabrikan harus bisa membangun mobil dan menjualnya ke tim-tim privateer. Pabrikan akan menyokong dukungan teknis dan pengembangan mobil ke tim-tim privateer supaya menciptakan persaingan sehat antara tim privateer dengan tim pabrikan ketika berlaga di lintasan. Ini merupakan sebuah sejarah baru dimana kejuaraan balap turing dunia milik badan permobilan dunia FIA  yang digelar perdana pada 1987 silam bergabung dengan kejuaraan TCR milik World Sporting Consulting (WSC) dimana usia TCR masih tergolong muda yakni 3 tahun (berdiri perdana di 2015). Akibatnya, TCR International Series (kejuaraan dunia TCR) dihapus setelah 3 tahun wara-wiri keliling dunia sebagai seri terpisah.

Ada 25 pebalap yang terbagi ke-11 tim berbeda bertempur untuk menjadi yang terbaik di WTCR selama 10 seri di 2018. Berbeda dengan WTCC, WTCR hadir dengan 3 kali balapan. Hal ini dilakukan demi menciptakan hiburan seru supaya penonton mau menyaksikkan laga balap turing bergengsi seperti menonton balap motor atau sepakbola di sirkuit sepanjang 3 km tersebut.

Pada balapan pertama, Tarquini berhasil meraih kampiun setelah mempertahankan posisi pertama sejak start. Pebalap Hyundai BRC ini berhasil mengalahkan sesama pemakai Hyundai
dari tim YMR, Thed Bjork dan pemakai Volkswagen dari Sebastian Loeb Racing, Robert Huff. "Ini pertempuran besar antara sesama Hyundai dan saya mendapatkan lap yang fantastis. Saya sangat beruntung," ujar Tarquini via Touringcartimes. "Kuncinya adalah start bagus supaya bisa memenangkan lomba dengan mudah" ungkap pebalap berumur 56 tahun itu. Ia juga menjadi pemenang balapan ketiga setelah mengalahkan duet pebalap YMR, Yvan Muller dan Bjork.
Hanya saja, prestasi pebalap Italia ini gagal dominan akibat pembesut Audi dari tim Leopard Lukoil, Jean Carl Vernay memenangkan perlombaan tersebut. Ia memupuskan harapan jagoan tuan rumah dari Sebastian Loeb Racing, Mehdi Bennani untuk juara di kandangnya sendiri. Sedangkan posisi ketiga direbut Pepe Oriola dari Seat Oscaro Campos. Untuk klasemen pebalap, Tarquini meraih posisi pertama dengan 62 poin disusul Bjork di tempat kedua dengan 51 poin dan Vernay di tempat ketiga dengan 41 poin. Balapan selanjutnya akan bergulir di sirkuit Hungaroring, Hungaria pada 29 April 2018.
Share on Google Plus

About Adinata Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Imlek Hyundai