Cari Alamat dan Telepon Dealer:

F1 Azerbaijan, Hamilton Menangi Balapan Tersulit Di Baku

FIA


Otojatim (Baku)- Menjadi negara yang terletak di perbatasan Eropa, Azerbaijan menjadi kekuatan motorsport pengganti Turki. Hal ini disebabkan, Turki sudah tidak bisa menggelar berbagai ajang balap internasional meski memiliki Istanbul Speedpark akibat kesulitan biaya dalam pelaksanaannya.

Pada 2012, Azerbaijan menggelar ajang balap FIA GT (Blancpain GT) dengan nama Baku City Challenge dan berhasil menggaet 42 ribu massa untuk menonton balap supercar di sirkuit jalanan sepanjang 2,1 km. Pada 2013-2014, nama City Challenge dirubah menjadi World Challenge sekaligus layout sirkuit diperpanjang dari 2,1 km menjadi 4,3 km. Hanya saja, ajang ini tidak bertahan lama akibat rencana penyelenggaraan F1 di tahun 2016. Supaya bisa menggelar balap F1, sirkuit lama yang pernah dipakai untuk Baku World Challenge di sepanjang Neftchiler Avenue kota Baku tidak digunakan. Sebagai gantinya, layout sepanjang 6 km di lapangan Azadliq menjadi tempat penyelenggaraan balap jet darat. Layout ini mirip dengan sirkuit Guia di Makau,Cina yang penuh dengan tikungan tajam dan lebar sirkuit yang berubah-ubah sepanjang lintasan. Banyak sekali kecelakaan dan balapan seru terjadi di Baku sepanjang penyelenggaraan F1. Untuk kecepatan puncak, mobil F1 bisa melesat sejauh 360 km/jam di lintasan lurus utamanya dan sirkuit ini tergolong
terpanjang kedua setelah Spa di Belgia dengan panjang 7 km.

Pada 2016, balapan F1 digelar dengan nama Grand Prix Eropa dan menobatkan Nico Rosberg dari Mercedes sebagai pemenangnya. Tapi Valtteri Bottas menjadi pemegang kecepatan tertinggi bersama Williams saat itu dengan raihan 378 km/jam. Setahun berikutnya (2017), Bottas yang pindah tim ke Mercedes menggantikan Rosberg mampu finish kedua dibelakang Daniel Ricciardo (Red Bull) yang menjadi pemenang. Sementara Lance Stroll yang menggantikan Bottas di Williams mengukir rekor sebagai peraih podium termuda.

Sialnya, di balapan pada 29 April lalu, baik Bottas dan Ricciardo gagal finish akibat nasib sial menimpa mereka. Tidak ada yang menyangka kalau nasib Ricciardo untuk menjadi pemenang kedua kalinya di Baku ternyata diruntuhkan oleh rekan setim sendiri, Max Verstappen. kedua mobil Redbull itu "adu banteng" di tikungan pertama hingga keduanya gugur tidak melanjutkan lomba. Sementara Bottas gugur akibat pecah ban juga di tikungan pertama saat memimpin balapan, Bottas gagal mewujudkan finish 1-2 Mercedes bersama Lewis Hamilton. Sampai balapan berakhir, Hamilton menjadi pemenang di GP Azerbaijan meski mendapat tekanan dari dua Ferrari yakni Kimi Raikkonen dan Sebastian Vettel. Dengan jarak lumayan jauh, pebalap Inggris itu berhasil mengukir kemenangan ke-62 sepanjang kariernya di F1 dan Raikkonen finish kedua. Hanya saja, Vettel gagal podium karena Sergio Perez dari Force India berhasil menyalipnya di  lap-lap terakhir. Perezpun finish ketiga di depan Vettel sekaligus meraih podium perdana bagi Force India di 2018.

Pada klasemen pebalap, Hamilton berada di puncak klasemen dengan 70 poin. Sementara dengan gap 4 poin, Vettel menguntit Hamilton di posisi kedua dengan 66 poin. Rekan setim Vettel di Ferrari, Raikkonen berada di posisi ketiga menggusur Bottas dengan 48 poin (Bottas mengumpulkan 40 poin alias berada di posisi keempat). Selisih 4 poin, membuat Ferrari masih menguasai klasemen konstruktor dengan 114 poin dan Mercedes di posisi kedua dengan 110 poin. Sirkuit ujicoba pramusim, Catalunya di Spanyol menjadi tempat pertarungan berikutnya pada 13 Mei mendatang.
Share on Google Plus

About Adinata Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Imlek Hyundai