Cari Alamat dan Telepon Dealer:

Ferrari Challenge Asia Pasific Australia: Rama Dan Renaldi Berjaya Di Australia

Ferrari Corse Clienti


Otojatim (Melbourne)- Ferrari Challenge adalah kejuaraan one make race (OMR) GT paling sengit di dunia setelah Porsche Careera Cup dan Lamborghini Super Trofeo. Ketiganya melakukan ekspansi di Asia dengan menggelar seri Asia Pasifik supaya mendapatkan pebalap-pebalap bertalenta tinggi. Tidak hanya pebalap asli saja yang ikutan, ketiga ajang OMR GT ini juga mengikutsertakan pemilik supercar itu sendiri agar terhindar dari balap liar dengan membawa badan mereka sendiri sementara mobil disediakan oleh pabrikan dengan spek setara tanpa beda.

Sejak digelar pertama kali pada 2011, Ferrari Challenge Asia Pasific berhasil menggaet banyak pebalap untuk mengemudikan 458 Challenge dan 488 Challenge. Ada tiga kelas yang dilombakan yakni Trofeo Pirelli (kelas untuk pebalap pro), Coppa Shell (pebalap medioker) dan Shell Am (pebalap amatir/pemilik supercar yang baru turun balap). Menggunakan 488 Challenge Evo spek terbaru, seri 2018 menjamah negeri kanguru, Australia untuk seri pendukung balap F1 pada 24-25
Maret lalu.

Hiduplah Indonesia Raya, itulah satu bait lirik lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya. Adalah Rama Danindro yang mampu menguasai sirkuit taman Albert Park di dua balapan berbeda.
Pada balapan pertama di 24 Maret, hujan membasahi sirkuit non permanen itu hingga Steward memutuskan balapan dihentikan di lap ke-8 karena hujan semakin deras. Saat hujan mengguyur, Rama yang saat itu berada di posisi kedua berhasil menyalip James Weiland (pebalap Amerika) hingga dirinya berhasil kampiun di negeri kanguru. Adapun posisi ketiga dihuni rekan senegara Rama, Renaldi Hutasoit. Cuaca cerah menyelimuti balapan kedua pada 25 Maret dan balapan berlangsung kacau akibat tabrakan antar mobil sport berlogo kuda jingkrak itu. Memanfaatkan kesempatan, Rama dan Renaldi mampu meraih posisi 1-2 sekaligus membawa nama Indonesia sekali lagi berhasil di puncak podium. Sedangkan Weiland sendiri berada di posisi ketiga.

Meski pernah menggelar Porsche Carrera Cup Asia dan Lamborghini Super Trofeo, tapi Indonesia tidak pernah menggelar satu seri Ferrari Challenge meski wakilnya berhasil di OMR mobil berlambang kuda jingkrak itu. Sebelumnya, pernah ada niat untuk menggelar Ferrari Challenge di Indonesia tapi ide ini dirubah dengan nama Ferrari Festival Of Speed untuk merayakan 70 tahun berdirinya Ferrari di BSD, Banten pada 2017 lalu.

Sejatinya, Ini bukan pertama kali seorang pebalap Indonesia berjaya di Negeri Kanguru sebab Andrew Haryanto berhasil menjuarai Audi R8 LMS seri Australia di sirkuit Adelaide pada 3 Maret 2018. Saat ini, pebalap Pro Max Team ini berada di posisi pertama kelas GT3 (kelas utama) dengan 40 poin di klasemen sementara pebalap (1 kali menang di balapan pertama dan 1 kali podium ketiga di balapan kedua pada 4 Maret). Pebalap berumur 40 tahun yang lahir di Bandung ini berhasil juara pertama di seri Lamborghini Super Trofeo Middle East kelas amatir. Sudah sepantasnya, pebalap Indonesia bisa membawa harum namanya di ajang balap mobil di luar F1 karena memberikan masa depan menjanjikan dengan aksi kompetitif kelas dunia.
Share on Google Plus

About Adinata Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Imlek Hyundai