Cari Alamat dan Telepon Dealer:

Sesi Tes Perdana F1 2018, Red Bull Pimpin Hari Pertama

Red Bull Media Content


Otojatim (Barcelona)- Gemuruh suara jet darat kembali dinyalakan ketika sesi tes perdana F1 2018
bergulir di Catalunya, Spanyol di akhir Februari 2018. Pada hari pertama ini (26/2), ada 2 tim yang meluncurkan mobil mereka bersamaan yakni Scuderia Toro Rosso (STR) dan Force India. STR pada musim ini menggunakan mesin Honda sekaligus menjadi tim pabrikan untuk merek asal Jepang itu dan Mclaren di tahun ini adalah pertama kalinya tim asal Inggris ini menggunakan mesin Renault.

Sial bagi Fernando Alonso, pebalap Mclaren ini mengalami kecelakaan ketika ban belakang mobil MCL33 yang dikemudikannya lepas saat menikung di belokan akhir. Meskipun begitu, jagoan tuan rumah ini mendapat posisi kedelapan di hari pertama ini. Adapun tim STR berhasil membawa Brendon Hartley berada di tempat kelima, sebuah kemajuan bagi pengguna mesin Honda yang dahulu membawa tim Mclaren ketiban sial akibat lemahnya ketahanan mesin V6 berlogo H itu. Sesi tes hari pertama ini diguyur hujan pada bagian sorenya, jadi para pebalap tidak berlagak sembarangan agar mobilnya mampu stabil di lintasan basah.

Adapun posisi pertama dihuni Red Bull Aston Martin. Dengan menggunakan livery sebenarnya dari RB14 yang notabene tidak mengalami perubahan dari versi pendahulunya yakni RB13, Daniel Ricciardo berada di depan Valtteri Bottas (Mercedes). Pebalap Australia ini mencetak waktu 1:20.179 di lap ke-60 dan Bottas sendiri berselisih 0,170 detik dengannya. Pebalap Ferrari, Kimi Raikkonen duduk di posisi ketiga atau berselisih 0.327 detik dengan Ricciardo dan Nico Hulkenberg dari Renault berada di belakangnya alias posisi keempat.

Share on Google Plus

About Adinata Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Imlek Hyundai