Mari Menebeng, Cara Tepat Atasi Kemacetan Kota Besar di Indonesia

Bagaimana kemacetan seperti ini didepan anda? Ingin senam aja bukan di tengah trotar ini


Jakarta, otojatim.com Perjalanan di Jakarta semakin lama semakin macet saja. Dimana banyak sekali ocehan soal kemacetan Jakarta. Bahkan mayoritas yang protes adalah pengguna mobil yang merasakan kemacetan yang cukup menderita.

Karena setiap 72 persen warga di Asia dan 74 persen di Jakarta merasakan atau pernah terlewatkan momen penting atau hadir di acara penting seperti pernikahan, kontrol kesehatan dengan dokter, wawancara kerja, duka cita dan masih banyak lagi.

Apalagi masalah parkir yang terkadang menyita waktu banyak. Dimana rata-rata pemilik mobil habiskan waktu 68 menit terjebak macet ditambah 21 menit untuk mencari parkir. Kalo ditotal bisa mencapai 90 menit untuk mencapai suatu tempat.

Untuk selesaikan masalah ini, Uber meluncurkan sebuah kampanye bernama  #UnlockJakarta. Karena permasalahan parkir dan kemacetan sendiri sangat mudah ditemui di Jakarta dan kota-kota lainnya. Untuk itu, diperlukan solusi baru agar masalah ini bisa terurai dengan maksimal.  

Pengambilan datanya sendiri dilakukan oleh Boston Consulting Group. Yang mengkaji dampak penggunaan mobil pribadi serta potensi manfaat pengadopsian konspe berbagi penumpang atau ridesharing secara luas di berbagai kota di Asia, termasuk Indonesia.

“Jika situasi kemacetan dan parkir di Asia berlanjut seperti ini, maka kota-kota seperti Jakarta bakal beresiko terjadi macet total dalam kurun waktu dua sampai tiga tahun mendatang,” kata John Colombo, Head of Public Policy and Government Affairs, Uber Indonesia.

Sehingga pengamatan Boston Consulting Group, jika 60 persen kendaraan pribadi akan berkurang apabila carpooling dan kepemilikan mobil pribadi sudah menjadi hal biasa. Konon apabila ridesharing sudah menjadi budaya, maka mengurangi 2,5 juta mobil di jalan raya. Serta bebaskan lahan parkir setara 14.600 lapangan bola.

Solusi Tepat untuk Transportasi di kota- kota Indonesia.

Ide ridesharing ini bisa dibilang membantu pengambil kebijakan dalam menentukan regulasi dan konsep. Bahkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menyambut baik konsep yang ditawarkan Uber.

“Konsep ridesharing ini apabila digabungkan dengan transportasi umum. Bakalan membantu pengguna untuk melanjutkan perjalanan mereka. Karena itu, Uber bisa menjadi solusi sebagai penghubung antar transportasi yang ada di Jakarta,” papar Sandiaga Salahudin Uno, Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Sehingga penggunaan kendaraan pribadi sendiri bakalan berkurang dan keinginan membeli mobil pun sepertinya sedikit tertahan apabila konsep ridesharing ini bisa dimengerti oleh masyarakat terutama yang tinggal di perkotaan. 

Memang, itulah konsep yang dibawah oleh Uber. Untuk memecah kemacetan Jakarta menebeng pun jadi solusi bukan. Apalagi, konsep Uber berbeda dari Ijo Impor yang seperti taksi online. Atau julukan dari Kemenhub yang tidak mengerti sama sekali arti ridesharing. 
Share on Google Plus

About Adiyasa Prahenda

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen