Cari Alamat dan Telepon Dealer:

Dorong Pemakaian Dexlite, Pertamina Mulai Uji Adu Performa vs Solar Sepanjang 20 Ribu km

dexlite vs biosolar

Cibitung, Otojatim.com - PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region IV menggandeng PO Sinar Jaya Bus, ATPM Mercedes Benz Distribution Indonesia dan Hino Motor Sales Indonesia untuk melakukan uji komparasi bahan bakar diesel antara Dexlite dan BioSolar.

“Uji komparasi ini akan menggunakan 2 unit bus Sinar Jaya, Bus Mercedes Benz Double Decker dan Hino RN sejauh 20.000 KM dengan Rute Pulo Gebang – Pekalongan dan Cikarang –Pekalongan,” ujar Ibnu Chouldum General Manager PT Pertamina Marketing Operation Region IV saat menandai  Berita acara bersama atas kegiatan tersebut. (21/11)

“Teknisnya nanti 10.000 KM pertama menggunakan Dexlite dan 10.000 KM berikutnya  menggunakan Solar, sehingga akan terlihat perbedaannya” terang Ibnu Chouldum.

Pertamina juga ingin memperlihatkan sekaligus mengedukasi tidak hanya kepada masyarakat, tetapi kepada para pengusaha Kendaraan Komersial seperti Aptrindo (Asosisasi Pengusaha Truk Indonesia) dan Organda (Organisasi Angkutan Darat) bahwa Pertamina mempunyai Bahan Bakar dengan Kualitas yang Lebih Baik dari Biosolar Subsidi yang telah sesuai dengan standar Pabrikan Mesin, karena mengandung Cetane Number 51 , Sulfur Content Maximal 1200ppm serta mengandung Additif Detergency.

“Sebagai informasi, bahwa sulfur pada mesin diesel menjadi musuh utama bagi kendaraan bermesin diesel, karena impact sulfur yang tinggi akan membuat mesin menjadi korosif, mengakibatkan Kerak, dan penyumbatan di filter saluran bahan bakar serta mempengaruhi kadar emisi gas buang. Maka makin rendah sulfur, akan makin baik. Sedangkan additif detergency yang ada di Dexlite digunakan untuk membersihkan ruang bakar mesin diesel, dan membersihkan kerak-kerak kotoran akibat dari  pembakaran mesin.” Terang Iin Febrian Manager Retail Pertamina Marketing Operation Region IV. “ Sedangkan pada Biosolar, jumlah sulfurnya sebanyak 2500 PPM dan tidak memiliki additif detergency,” tambahnya.

 “Hasil uji ini akan kami perlihatkan dan kami umumkan setelah sudah melewati 20.000 KM, atau kurang lebih dalam satu bulan berjalan. Dan akan kami sampaikan khususnya kepada para pengusaha Aptrindo dan Organda, dengan harapan para pengusaha angkutan komersil mau beralih kepada produk yang jauh lebih berkualitas,” tutur Andar Titi Lestari, Manager Communication and relations MOR IV.
Share on Google Plus

About Handi Cahyono

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen