Jelang F1 Amerika, Toro Rosso Gunakan Jasa Juara Dunia Balap Ketahanan Di Austin

FIA


Otojatim (Texas)- Scuderia Toro Rosso merupakan salah satu tim balap F1 yang sering bongkar pasang pebalap. Setelah menggunakan jasa Pierre Gasly sebagai pebalap utama pada GP Jepang dan Malaysia dengan menggantikan Daniel Kvyat, maka kali ini tim asal Faenza di Italia ini
merekrut Brendon Hartley sebagai pebalap utama dalam GP Amerika pada Jumat (22/10) di Austin,Texas.

Brendon bukanlah nama baru untuk Toro Rosso karena dirinya adalah pebalap akademi Red Bull Racing sekaligus tester untuk tim banteng merah itu. Pebalap Selandia Baru ini mengawali kariernya di Formula Ford Selandia Baru pada 2002 dan di tahun 2003 dirinya berhasil meraih posisi kedua. Setahun setelahnya,  kelahiran 10 November ini meraih posisi ketiga di Toyota Racing Series dengan tim GVI.

Dirinya meraih gelar juara di Formula Renault Eropa di 2007 dan duduk di posisi ketiga di Formula Renault Italia dengan tim Epsilon Red Bull. Brendonpun juga ikut dalam F3 Inggris di 2008 dengan tim Carlin dan posisi terbaiknya adalah ketiga di klasemen pebalap sekaligus duduk di podium ketiga dalam ajang bergengsi
Grand Prix Makau.

Melanglangbuana dari Formula Renault sejak 2009-2011 dirinya hanya meraih hasil terbaik di 2011 dengan duduk di posisi ketujuh saat turun bersama tim Gravity Charouz Racing. Pada 2010-2013, Brendon ikut serta dalam Formula 2 (Saat itu GP2) dan tidak meraih hasil terbaik di dalam feeder menuju F1 ini. Hanya saja, dirinya mendapat kepercayaan sebagai tester
untuk tim Mercedes di 2012-2013.

Pada 2012, dunia baru ia jalani sebagai pebalap mobil ketahanan dengan ikut serta di Le Mans dengan tim Murphy Prototypes. Hanya saja pada keikutsertaan pertamanya, Brendon gagal finish.
Tapi di tahun 2013, dirinya berhasil meraih posisi keenam di Le Mans pada kelas LMP2 sekaligus ke-12 di overall. Kariernya meroket di 2014 ketika Porsche merekrutnya sebagai pebalap utama. Duduk di peringkat ke-9 di 2014, Brendon berhasil juara pertama dengan 166 poin sekaligus menguasai musim 2015. Dalam Le Mans 2015, Brendon berhasil duduk di podium kedua bersama tim pabrikan asal Jerman ini.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Red Bull karena telah membuat ini menjadi kenyataan dan juga Porsche yang memberikan saya kesempatan membalap di F1 dan WEC. Saya mencoba tak menaruh ekspektasi yang terlalu tinggi pada debut F1 saya. Tapi saya sudah siap beraksi di lintasan. Apalagi saya sangat menyukai COTA dan juga balapan di sana baru-baru ini," tutur  juara Le Mans dan WEC (balap ketahanan dunia) tahun ini via Autosport. "Saya telah banyak belajar dan berkembang sejak hari-hari di mana saya menjadi pebalap cadangan Red Bull dan Toro Rosso. Tahun-tahun berat yang telah saya lalui membuat saya menjadi pribadi yang kuat dan punya determinasi tinggi," ungkap pebalap yang pernah turun bersama Ford, Starwork dan ESM di Weathertech Sportcar ini. Ia menjadi pebalap ke-9 sejak Mike Thackwell yang turun perdana pada 33 tahun lalu.

Toro Rosso merupakan tim kedua setelah Lotus di tahun 1994 yang mampu membongkarpasang pebalapnya pada satu musim. Pebalap Daniel Kyvat tidak akan ditemani oleh Carlos Sainz dikarenakan Sainz akan membela Renault demi menggantikan Jolyon Palmer yang mengakhiri karier F1-nya lebih cepat yakni di GP Jepang pada 8 Oktober lalu. Ini akan menguntungkan untuk tim Toro Rosso, pasalnya Brendon sudah melakoni WEC seri Amerika di sirkuit Austin.

Share on Google Plus

About Adinata Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen