Suzuki RE5, Motor Pertama Yang Menggunakan Mesin Pesawat

Suzuki RE5 Rotary Engine
Suzuki RE5 Koleksi Musium Victoria Australia.

Otojatim.com (Surabaya) – Pembukaan Tokyo Motor Show 2017 akan dibuka pada Jumat (28/10). Gelaran ke-45 Tokyo Motor Show adalah salah satu ajang pameran otomotif terbesar di dunia, dimana banyak karya-karya otomotif lahir dari sini, sejak pertama di gelar tahun 1973.

Salah satu karya dari awal-awal Tokyo Motor Show pada tahun 1973, adalah hadirnya sebuah sepeda motor Suzuki yang menggunakan mesin Rotary (Wankel engine) yaitu Suzuki RE5. Mesin Rotary atau Wankel diciptakan oleh seorang insiyur Jerman Felix Wankel (1954).


Kehadiran Suzuki RE5 memang tidak lama, hanya sekitar pada rentang waktu 1974-1976. Namun kehadirannya yang sebentar itu, adalah sebuah mahakarya dari “flagship” para insinyur Suzuki kala itu. Bagaimana sebuah mesin, yang awalnya digunakan oleh mobil Mazda bahkan kapal terbang kemudian dipindahkan ke sepeda motor, setelah sebelumnya penggunaanya sendiri atas persetujuan NSU/Wankel di tahun 1970.

Dari sisi teknis, mesin Rotary memiliki banyak kelebihan atau keunggulan dibandingkan mesin konvensional. Power yang dihasilkan lebih halus pada putaran awal, karena rotor yang berputar (bukan berputar secara vertical atau horizontal), torsi lebih halus sehingga menyebabkan minimnya getaran dan terakhir, komponen mesin ini lebih sedikit dan simple karena tidak menggunakan chamshaft, klep dan bagian penggerak lainnya.

Kelebihan sekaligus Kelemahan dari mesin Rotary, mesin ini tidak pernah turun mesin alias overhaul. Jadi jika mesin ini mencapai tingkat kerja maksimal dan komponen di dalamnya mulai aus, solusi satu-satunya adalah mesin harus diganti. Simple kan, anda tidak perlu beli kendaraan baru, cukup ganti mesinnya saja.

Tapi soal daya tahan, mesin Rotary bisa dikatakan berkuatan badak. Lihat saja, bagaimana Mazda yang sudah jalan mencapai kilometer 300.000 km tapi masih tetap oke.

Kembali ke Suzuki RE5, mahakarya yang tidak berumur panjang dari produk Suzuki. Padalah pada masa itu, ada beberapa produsen sepeda motor yang membuat prototype dengan menggunakan mesin Rotary, namun hanya Suzuki yang berhasil membuatnya hingga sampai diproduksi massal.

Baca juga:
Meski secara desain, bisa katakan RE5 tidak se-revolusioner sebagaimana mesin yang digunakan
pada waktu itu. Namun, kehadiran RE5 kini banyak menginspirasi kendaraan dengan mesin berkapasitas besar dengan teknologi modern saat ini.

Dengan berbagai keunggulannya tersebut, Suzuki RE5 ternyata sepi peminat. Bisa jadi konsumen kurang tertarik dengan teknologi yang digunakan pada motor ini. Selain itu Suzuki RE5 dengan mesin Rotary-nya ternyata sangat boros bahan bakar. Mungkin ini juga yang membuat stigma Suzuki di kalangan masyarakat sebagai kendaraan boros bahan bakar.

Kini di ajang Tokyo Motor Show ke-45, mungkin kah Suzuki kembali membuat gebrakan dengan terobosan mesin terbarunya, mari kita tunggu saja.

Disarikan dariberbagai sumber




Share on Google Plus

About Argo Santoso

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen