Karya Klasik White Collar, Merubah Royal Enfield GT Menjadi Sebuah "Peluru Perak"

 

Geliat antusiasme budaya modifikasi di kalangan bikers Indonesia kian berkembang dengan semakin banyaknya penggiat modifikasi yang menampilkan karyanya baik melalui channel pribadi, berpartisipasi di berbagai festival, maupun sekedar menyalurkan hobi. Salah satu penggiat budaya modifikasi ini adalah White Collar Bike, sebuah private shop milik builder Ram Ram Zanuar dimana karya teranyarnya ‘Silver Bullet’

 

 

Otojatim.com, (Jakarta) – Modifikasi di kalangan bikers Indonesia kian berkembang. Semakin banyak penggiat modifikasi yang menampilkan karyanya, baik melalui channel pribadi, atau turut andil dalam berbagai festival, atau hanya sekadar menyalurkan hobi.


Aliran modifikasi café racer ternyata masih digemari para penggemar sepeda motor di negeri ini. Buktinya, dapat dilihat dari karya bengkel White Collar Bike, milik builder Ram Ram Zanuar yang memodifikasi unit Royal Enfield Continental GT menjadi sebuah karya yang diberi nama “Silver Bullet”.

Berkolaborasi dengan PT Distributor Motor Indonesia (dealer resmi Royal Enfield di Indonesia), White Collar memilih modifikasi yang pernah popular di era tahun 1960-an, namun tetap mempertahankan bentuk asli Continental GT.

‘Silver Bullet’  Motor Modifikasi Karya White Collar Bike, dikembangkan dari Royal Enfield Continental GT




Beberapa perubahan pada Silver Bullet antara lain,  roda depan dan belakang berukuran 160/50/17 diganti oleh jari-jari padat dengan velg TK serta ban Bridgestone. Fork depan dibuat lebih merunduk untuk menghasilkan tampilan racing yang lebih kental.

Swing arm asli pada motor dimodifikasi sedikit dengan menambahkan beberapa inci ke dasar roda karena pipa knalpot yang letaknya terlalu dekat dengan ban belakang.

Salah satu keunikan terlihat pada garis yang terletak di tangki bensin yang tampak seperti dilukis. Namun, garis tersebut sesungguhnya adalah lembaran aluminium berlapis yang di las dari sisi dalam dengan menggunakan mesin router sehingga tampak seperti diukir.




Shock breaker belakang diganti dengan model yang lebih klasik dan masing-masing shock ditutup menggunakan lembaran aluminium dengan teknik yang sama seperti tangki bensin.
 
Speedometer GT juga tak luput dari modifikasi dimana builder menambahkan komponen dengan menggunakan kabel manual. Untuk menghasilkan tampilan modifikasi yang lebih elegan, starter mesin menggunakan tombol berwarna hijau untuk menyalakan dan tombol merah untuk mematikan mesin.

Switch pada motor ini dikembangkan selama beberapa bulan dan terbuat dari aluminium CNC yang berisikan beberapa tombol. Lampu rem dibuat dari produk LED aftermarket yang dilapisi dengan aluminium dan ditempatkan pada posisi yang lebih mudah terlihat.




Foot peg diperkokoh dengan menambah ketebalannya dengan material billet aluminium dan sisinya dipercantik dengan logo stainless steel Royal Enfield yang diukir. Handle bar diubah dengan sudut yang dapat disesuaikan dan spion juga diganti dengan ukuran lebih kecil. Selain itu, logo Royal Enfield yang terukir dari stainless steel juga tampak di masing-masing sisi tangki bensin. 

Motor ini ditampilkan pada saat acara pembukaan Exclusive Store Royal Enfield di Bali, beberapa waktu lalu.
Share on Google Plus

About Argo Santoso

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

1 komentar:

  1. Royal Enfield Redditch Classic 350 yang ikonik terinspirasi dari sepeda motor era tahun 1950-an yang diproduksi di Redditch, Inggris, tempat kelahiran Royal Enfield. Seri ini juga secara unik menampilkan monogram Royal Enfield yang pertama kali muncul pada tahun 1939 di tangki motor 2-stroke prototipe 125cc atau disebut dengan 'Royal Baby'.

    BalasHapus

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen