F1 Singapura, Hari Berkabung Ferrari Dan Kemenangan Ke-60 Hamilton

FIA


Otojatim (Singapura)- Grand Prix Singapura memasuki pagelaran ke-10 sepanjang penyelenggaraan F1 sejak pertama kali berlangsung sejak 2008. Sejatinya, Singapura pernah menggelar balap F1 tapi hanya berwujud turnamen pada 1961-1973 di sirkuit jalan Thompson, Singapura bernama Orient Year Grand Prix. Sistemnya sama seperti Grand Prix Makau hanya saja banyak kendala dalam penyelenggaraanya seperti sistem lalu lintas yang kacau plus banyaknya kecelakaan di lomba. Ajang balapan ini juga sempat menjadi Grand Prix Malaysia pertama pada 1962-1964 sebelum kemerdekaan negara Singapura pada 1965.

Sejak 2008, penyelenggaraan Grand Prix Singapura kembali digelar tapi di sirkuit berteknologi tinggi bernama Marina Bay. Sirkuit ini dibangun oleh perancang Hermann Tilke dengan perusahaan KBR, Inc. Sirkuit yang memiliki standar  Grade 1 (Grade tertinggi sebuah sirkuit balap dunia karena tingkat keselamatan dan fasilitas prasarana) ini memiliki panjang 5,065 km. Sama halnya dengan sirkuit jalanan lainnya, ajang Grand Prix Singapura tidak lepas dari kecelakaan. Mangkannya, beberapa kali mobil pemandu (safety car) sering melintas dan membuat waktu balapan menjadi lama. Maka dari itu, FIA memutuskan untuk menggunakan sistem waktu jika balapan melewati durasi 1 setengah jam.

Dalam balapan 2017 yang digelar hari ini (17/9), merupakan hari berkabung untuk tim Ferrari. Kedua pebalapnya yakni Kimi Raikkonen dan Sebastian Vettel gagal finish akibat kecelakaan di awal balapan.  Raikkonen gugur akibat mobilnya disundul oleh Max Verstappen saat lomba dimulai. Pebalap Red Bull ini tiba-tiba oleng dan menyundul mobil dari Fernando Alonso. Alonso yang membela Mclarenpun kena getahnya dan gugur bersama Raikkonen karena keduanya mengalami kerusakan pada mobil masing-masing. Vettel gugur juga karena kerusakan mobil akibat melintir di salah satu tikungan dan menabrak pembatas.

Di lap ke-11, korbanpun bertambah dengan Daniel Kvyat sebagai pebalap ketiga yang gugur di Marina Bay. Pebalap Toro Rosso ini menabrak pembatas ban dan menghancurkan bagian depan mobilnya. Sementara di lap ke-38, Marcus Ericsson dari Sauber gugur akibat menabrak bagian jembatan dari sirkuit. Balapanpun menjadi sirna bagi  Nico Hulkenberg (Renault) dan Kevin Magnussen (Haas) gugur akibat kerusakan teknis di paruh akhir balapan.

Tidak terbendung sampai akhir balapan, Lewis Hamilton meraih kemenangan ketiga di Grand Prix Singapura. Pebalap Inggris ini sebelumnya meraih kemenangan di 2009 dan 2014. Adapun untuk posisi kedua ditempati Daniel Ricciardo dari Red Bull dan Valtteri Bottas dari Mercedes duduk di tempat ketiga.

Hamilton sendiri meraih hattrick (kemenangan tiga kali beruntun) sejak Grand Prix Belgia, Italia sampai Singapura saat ini dan ia meraih kemenangan ke-7 pada musim 2017 sekaligus ke-60 sepanjang kariernya membalap di F1. Dengan kemenangan ini, Hamilton makin mantap di puncak klasemen dengan 263 poin sedangkan Vettel harus duduk di posisi kedua dengan 235 poin. Adapun Bottas duduk di tempat ketiga dengan 212 poin dan Ricciardo di posisi keempat dengan 162 poin.
Balapan selanjutnya akan bergulir di Malaysia tepatnya di Sepang yang akan menggelar balapan terakhirnya sejak melangsungkan GP Malaysia di 1999 silam.

Share on Google Plus

About Adinata Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen