Super GT 1000 Km Suzuka, Ajang Bersejarah Itu Berubah Format

Suzuka Circuit
Otojatim (Suzuka)- Super GT merupakan ajang kejuaraan nasional balap mobil Jepang yang dibuat oleh badan permobilan Japan Automobile Federation (JAF) dan dijalankan oleh GT Association
sebagai promotor utama. Kejuaraan ini dulunya bernama Japan Grand Touring Car dan dimulai pada 1993 sebagai pengganti dari ajang balapan All Japan Sport Prototype yang sudah kehabisan peserta
akibat regulasi yang mahal karena menggunakan basis kendaraan Le Mans Prototype.

Balapan ini terbagi atas dua kelas yakni GT500 dan GT300 dimana keduanya dibatasi oleh tenaga mesin. Kelas GT500 sendiri diikuti oleh 3 pabrikan yakni Nissan dengan GTR, Lexus dengan LC500 dan Honda dengan NSX. Kelas ini memakai gaya aerodinamika bernama Class One dimana piranti aerodinamika mobil dibuat setara antar pabrikan. Regulasi ini dimulai pada 2014 saat pihak JAF bekerjasama dengan pihak dari balapan turing Jerman (DTM) untuk membuat kompetisi makin ketat plus penghematan biaya balap. Selain itu pula, penggunaan KERS (energi kinetis via motor listrik) digunakan demi penambahan tenaga pada mobil layaknya balap F1.

Jika hanya 3 pabrikan saja di kelas GT500, maka di GT300 tidak. Hal ini dikarenakan kelas ini dibuat untuk mengakomodir mobil-mobil supercar GT3 maupun mobil-mobil Jepang yang diakui oleh JAF
supaya bisa balapan di GT300 dengan modifikasi radikal. Tercatat ada beberapa mobil Jepang ikut serta seperti Toyota 86, Nissan GTR, Subaru BRZ dan Toyota Mark X berjuang untuk menghadapi
supercar GT seperti Lamborghini Huracan, Ferrari 488 dan Mercedes AMG GT3.

Super GT sendiri kebanyakan dilangsungkan di Jepang karena berstatus kejuaraan nasional balap mobil dari JAF. Akan tetapi di tahun 2000, Super GT pernah dihelat di Sepang, Malaysia sebagai seri eksebisi sampai pada 2001 menjadi balapan utama. Hal ini dilakukan sampai 2014 hingga di tahun 2015 sampai sekarang gelaran berpindah dari Sepang ke Buriram, Thailand. Super GT pernah menjamah Amerika via gelaran Super Street Challenge disirkuit Auto Club pada 2004. Balapan itu merupakan eksebisi satu-satunya di Amerika Serikat berbarengan dengan seri balap Drift D1 Grand Prix.

Suzuka Circuit

Pada 27 Agustus lalu, Super GT menggelar ajang ternama bernama Suzuka 1000 km. Ajang ini merupakan seri balap mobil dengan durasi sepanjang 173 lap mengitari sirkuit Suzuka dan sering diikuti oleh berbagai pebalap kenamaan dunia. Sebelum diambil oleh Super GT (JGTC) pada 2006, ajang ini sering menjadi seri balap prestisius seperti BPR Global GT dan FIA GT di era `90an. Pada seri tahun ini merupakan yang terakhir dikarenakan ajang Blancpain GT (dahulu bernama FIA GT) akan kembali menyambangi Suzuka sebagai seri utamanya setelah pernah digelar pada 1997 dan 1998. Rencananya akan bernama Suzuka 10 Hours Intercontinental GT Challenge dan diikutsertakan
mobil-mobil GT3 dan JAF GT dalam balapan sepanjang 10 jam lamanya.

Kembali ke Suzuka 1000 km 2017, balapan ini dimenangkan oleh mantan pebalap Formula Renault 3.5 Betrand Baguette dan Kousuke Matsura dari tim Nakajima dengan Honda NSX GT. " Saya senang sekali bisa membalap bersama tim Nakajima selama 4 tahun berturut-turut dan saya senang sekali mengikuti perkembangan tim ini sejak awal" ungkap pebalap Belgia ini melalui website resmi Super GT. "Kami merupakan tim satu-satunya yang menggunakan ban Dunlop dan kami senang dengan hasil ini. Saya sangat berterima kasih dengan pemilik tim (Satoru Nakajima) yang membantu selama balapan berlangsung. Saya sangat senang dan tidak percaya tim  bisa memenangkan lomba ini". tutupnya. Duet Tsugio Matsuda dan Ronnie Quintarelli dari tim pabrikan Nissan, Motul Autech duduk di posisi kedua dengan gap 12 detik. Untuk posisi ketiganya dihuni oleh Naoki Yamamoto dan Takuya Izawa dari Raybrig.

Sedangkan untuk kelas GT300 dikuasai oleh tim Leon Cvtos Mercedes yang beranggotakan Naoya Gamou dan Haruki Kurosawa. Mereka berhasil mengalahkan tim pembesut Toyota 86 yakni Vivac Racing yang harus mengalami kecelakaan di paruh akhir balapan. Mobil yang dipakai oleh trio Takamitsu Matsui, Kenta Yamashita dan Tsubasa Kondo itu menabrak dinding pembatas dan terbalik. Hal itu menguntungkan tim JLOC Lamborghini yang berhasil membawa Trio Kazuki Hiramine, Manabu Orido dan Koji Yamanashi  duduk di posisi kedua. Adapun tempat ketiga dihuni oleh  Shinya Hosokawa, Kimiya Sato dan Yuya Motojima dari tim Shop Channel.
Share on Google Plus

About Adinata Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen