Spa 24 Jam 2017, Audi Raih Kemenangan Keempat di Spa

Santeloc Audi 


Otojatim (Spa)- Kejuaraan balap mobil ketahanan yang satu ini memang merupakan salah satu yang tertua setelah Nurburgring 24 jam di Jerman dan Le Mans 24 Jam di Perancis. Memulai debutnya pada 1924, Spa 24 Jam menjadi salah satu balap ketahanan paling disegani di dunia karena balapan ini mengarungi sirkuit Spa Francochamps, Belgia. Awal mulanya, layout yang dipakai lebih jauh dari Le Mans yakni 15 km (kalau Le Mans layout La Sarthe memiliki panjang 13 km). Balapan yang digelar badan otomobil Belgia (RACB) ini melakukan pembenahan pada sirkuit sehingga panjangnya menjadi 7 km saja demi keselamatan pebalap sejak tahun 1979.

Sempat menjadi bagian dari balap turing Eropa (ETCC) sejak 1966-1973,1976 dan 1982-1988 (pengecualian untuk 1987 karena masuk ke gelaran World Touring Car Cup). Ajang Spa 24 jam ini
juga menjadi seri dari World Endurance Championship pada 1953 dan 1981 hingga pihak badan otomobil dunia (FIA) memutuskan untuk memotong durasi gelarannya menjadi 6 jam saja. Tiap tahunnya, balapan ini menjadi seri kedua sebelum seri akbar di Le Mans, Perancis berdurasi 24 jam. Sejak 2001, Stephane Ratel membeli gelaran akbar ini guna dimasukkan ke FIA GT sebagai salah satu seri bergengsinya. Sampai pada masa kini, Blancpain GT yang merupakan nama baru dari FIA GT masih menggelar balapan ini sebagai seri bergengsinya karena disesaki banyak peserta dari seluruh dunia.

Pada gelaran 2017, Audi berhasil menjuarai Spa 24 jam melalui tim Santeloc. Ini adalah kemenangan ke-4 tim berlogo 4 cincin ini sejak terakhir kali memenangkannya pada 2013 silam (Pada 2011-2012, Audi meraih dua kemenangan). Adalah trio Markus Winkelhock, Christopher Haase dan Jules Gounon. yang mewujudkannya dengan kerja keras selama 2 hari 1 malam itu (29-30/7). Hal ini bukan tanpa halangan karena mobil R8 yang mereka gunakan sempat mengalami masalah pada ban di sesi malam. Tim Santeloc sendiri berhasil mengalahkan tim pabrikan Bentley yang digawangi trio Maxime Soulet, Andy Soucek dan Vincent Abril. “Saya tidak percaya berhasil memenangkan Spa 24 Hours. Rasanya luar biasa,” ucap Haase via motorsport. Ini merupakan gelar perdananya, plus dua Nurburgring 24 Hours. “Kami kehilangan dua lap pada malam hari dan berhasil menang. Inilah emosi Spa sesungguhnya.”

Sementara untuk posisi ketiga sendiri dihuni oleh tim ASP Mercedes yang diperkuat trio Rafael Marciello,  Edoardo Mortara dan Michael Meadows. Mobil AMG GT yang mereka gunakan sempat bersenggolan dengan Ferrari 488 dari tim AF Corse sehingga tim yang dinaungi oleh trio  Giancarlo Fisichella, James Calado dan Marco Cioci harus gugur karena kerusakan suspensi akibat senggolan itu.

Meskipun harus juara ketiga overall, tapi ada pengguna AMG GT juga  yang juara di kelas lain. Adalah tim Black Falcon yang merebut kampiun di kelas Pro AM dengan trio Maximilian Gotz, Miguel Toril, Marvin Kirchhofer dan Oliver Morley sebagai pebalapnya. Mereka meninggalkan tim TF Sport Aston Martin yang harus finish kedua dengan trio Jonny Adam, Euan Hankey, Ahmad Al Harthy dan Salih Yoluc sebagai jagoan-jagoan andalannya.

Meski gagal finish karena kerusakan rem, tim Grasser Pertamina Lamborghini masih memimpin klasemen tim balap dengan 121 poin. Adapun tim Bentley berada di posisi kedua dengan 116 poin dan HTP Mercedes hadir di posisi ketiga dengan 111 poin. Meski finish di posisi ke-18 dalam balapan 24 jam ini pebalap tim Bentley, Vincent Abril masih memimpin klasemen pebalap dengan 110 poin. Ia dikuntit oleh Mirko Bortolotti dan Christian Engelhart dari tim Pertamina Grasser dengan poin sama yaitu 110 poin. Seri selanjutnya akan bergulir di Hungaria pada 25-27 Agustus 2017.
Share on Google Plus

About Adinata Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen