Formula E, Sebuah Kue Manis Yang Sudah Diisi Semut

Formula E



Otojatim (Montreal)- Penyelenggaraan Formula E musim 2016/2017 sudah selesai dengan Lucas Di Grassi dari Audi ABT menjadi pemenangnya. Akan tetapi pada musim-musim selanjutnya pagelaran balap mobil listrik ini akan kedatangan beberapa pabrikan andal seperti BMW, Porsche,dan Mercedes Benz sebagai tim balap. Ini seperti kue manis yang sudah diisi semut karena balap mobil "bom-bom" ini sangat seru dan lebih baik prospek bisnisnya daripada Formula 1 atau balap mobil ternama dunia lainnya. Meskipun status balapannya saat ini adalah one make race tapi dedikasi terhadap penyelamatan lingkungan juga ditekankan pada Formula E karena menggunakan listrik sebagai sumber bahan bakarnya.

Mercedes Benz salah satunya dimana pabrikan asal Jerman ini rela memberhentikan divisi balap turing Jerman (DTM) mereka untuk Formula E. Tim yang menjadi juara konstruktor F1 sejak musim 2014 ini akan ikut serta di musim 2019/2020.  “Merupakan hal luar biasa menyambut Mercedes bergabung di keluarga Formula E sehingga semakin banyak manufaktur yang bergabung di revolusi mobil listrik. Hal ini menunjukkan seberapa besar perubahan dunia, tidak di balapan, tapi juga di industri otomotif. Kami menyaksikan perubahan yang pertama mengubah kota kita, kemudian jalan raya. Formula E merupakan kejuaraan yang menyikapi hal tersebut dan bersama dengan tim kami dan manufaktur akan mengedepankan teknologi sekaligus menghasilkan mobil listrik yang lebih baik dan bernilai,” ujar Alejandro Agag, Founder & CEO Formula E via crash.

Sementara Toto Wolff, Head of Mercedes-Benz Motorsport berkomentar, “Di dunia balapan, seperti di tempat lain kita ingin menjadi yang terdepan di segmen premium dan juga mengeksplorasi berbagai project inovatif. Keikutsertaan di F1 dan Formula E, kita mendapat keseimbangan ini. Formula E seperti  awalan yang menarik, menawarkan format baru, kombinasi balapan dan acara yang kuat serta promosikan teknologi terkini dan masa depan.” “Elektrifikasi sudah terjadi di dunia permobilan dan Formula E menawarkan kepada produsen sebuah platform menarik untuk membawa teknologi ke khalayak baru dan balapan yang sama sekali baru. Senang bisa memperpanjang kemungkinan kami ikutan di musim 2019/20. Ini memberi kami waktu cukup memahami jalannya balapan dan bersiap untuk terjun balap,” jelas Wolff.

“Mercedes-Benz akan menjual kendaraan listrik bertenaga baterai menggunakan merek EQ,” ujar Dr Jens Thiemer, Vice President Marketing Mercedes-Benz. “Formula E merupakan langkah signifikan untuk menunjukkan performa kecerdasan kendaraan listrik bertenaga baterai, memberikan senagat berbeda pada teknologi EQ dalam dunia balapan dan pemasaran.” "Semakin bebasnya pengembangan teknologi buatan sendiri membuat kami tertarik dengan Formula E."

Hal serupa juga dilakukan oleh Porsche yang turut ikut serta dalam Formula E ini dengan menghentikan program balap ketahanan mulai akhir musim ini dan serupa dengan Mercedes, pabrikan asal Stuttgart, Jerman ini akan turun pada musim 2019/2020. "Bergabung ke Formula E dan meraih kesuksesan di kategori ini merupakan target yang logis dari program mobil jalanan 'Mission E' kami," ucap salah satu anggota dewan Porsche, Michael Steiner via motorsport. Tim pabrikan ini sejak 2015 saja sudah meraih hasil hattrick di Le Mans 24 jam dan kemenangan di musim ini akan menjadi kemenangan terakhir mereka di kelas Le Mans Prototype 1. Sejak keikutsertaannya pada 1970, Porsche meraih 19 kali kemenangan di sirkuit sepanjang 13 km ini. Ini merupakan sebuah langkah mengejutkan  bagi Porsche dimana mereka akan memulai Project E, sebuah proyek mobil ramah lingkungan dan balap Formula E ini cocok dengan misi dari Project E.

Kalau untuk BMW memang dari sejak awal mereka ini sudah mendukung habis gelaran Formula E. Lihat saja safety carnya, menggunakan BMW i8 yang notabene mobil sport hybrid ternama mereka. Tidak seperti pabrikan Jerman lainnya, BMW akan turun lebih cepat pada musim 2018/2019 dan tim bavaria ini akan mengambil alih tim balap Andretti Autosport dan menggantinya dengan nama BMW Formula E. Tidak seperti Mercedes yang menghentikan kegiatan balap DTM, mereka tetap melanjutkannya karena menyangkut brand image dari produk mobil high peformance mereka yakni M4.

“Formula E telah berkembang secara fantastis sebagai sebuah kejuaraan balap, serta sebagai proyek baru yang berbasis teknologi, ini sangat cocok untuk BMW Group dan BMW Motorsport,” ujar bos BMW Motorsport, Jens Marquadt. “Karena sangat penting bagi kami untuk mendemonstrasikan kepiawaian kami dalam bidang teknologi; kami harus menunjukkan komitmen tegas pada proyek ini, dengan mendaftarkan BMW AG sebagai pabrikan resmi, dan menghadapi persaingan yang berkembang di sini [Formula E]." “Formula E menggambarkan tantangan yang benar-benar baru untuk kami – dan kami senang bisa menghadapi ini bersama dengan tim Formula E Andretti,” tutupnya “Andretti adalah mitra ideal untuk misi ini. Nama mereka tidak perlu dikenalkan lagi dalam dunia balap internasional. Kerja sama kami telah berjalan sangat baik, dan kami berharap dapat mengambil langkah selanjutnya bersama.” Sementara, pemilik tim sekaligus mantan pebalap Michael Andretti senang dengan akusisi timnya kepada BMW. Iapun berkata  “Kami sangat gembira untuk mengembangkan kemitraan kami dengan BMW dan menjadi tim pabrikan resmi BMW di Formula E dimulai dari musim kelima.”. “BMW telah memimpin masa depan otomotif dengan jajaran [mobil] BMW-i, dan inovasi mereka dalam teknologi mobil listrik. Saya tidak dapat memilih pabrikan yang lebih bergengsi dan bersejarah untuk bekerja sama dalam Formula E,” tutup Andretti.

Sejatinya ada satu pabrikan lagi yang juga ingin turun ke Formula E yakni Audi tapi mereka sudah lebih dahulu turun dengan tim Abt sebagai bagian kerjasama mereka supaya bisa turun langsung di musim 2018/2019 sebagai tim pabrikan berbarengan dengan BMW.  Mereka sejatinya sudah menjadikan Lucas Di Grassi sebagai kampiun 2016/2017 ini tapi pabrikan berlogo 4 cincin ini siap berlaga sebagai tim penuh dengan mengakusisi tim Abt mulai musim 2017/2018. “Kami telah mendukung komitmen Formula E dengan intensitas yang meningkat pada beberapa bulan terakhir – di hari balapan, pada pengembangan powertrain baru, dan dalam banyak kegiatan di luar lintasan,” ujar anggota dewan Audi, Dr. Peter Mertens. “Audi akan menjadi pabrikan pertama asal Jerman yang terlibat secara aktif pada seri balap [Formula E] terhitung musim depan. Ini juga merupakan komitmen yang jelas dari merek kami untuk mobilitas elektrik, di dalam lintasan mulai Desember [2017], dan tahun depan di jalanan [umum] dengan mobil baru kami, Audi e-tron,” tutupnya.

Sementara bagi Direktur motorsport Audi, Dieter Gass melihat kalau Formula E ini sudah menunjukkan prospek bagus untuk industri balap dengan menampilkan atraksi hiburan lebih baik dari ajang balap lainnya. “Formula E menampilkan [pertunjukan] motosport yang spektakuler di tengah kota-kota yang menarik, dan menjadi panggung yang sangat besar untuk mempertunjukkan mobilitas elektrik dan motorsport dalam bentuk yang paling mengesankan,” “Kami saat ini melihat musim yang sangat seru dengan persaingan gelar juara yang ketat. Saya senang bahwa saat ini semuanya telah direncanakan untuk masa depan yang sukses,” tutup Gass.

Jika kita bandingkan dengan Formula 1, para pabrikan sudah tidak punya prospek lagi untuk berinvestasi di kejuaraan jet darat bermesin bensin itu. Hal ini dikarenakan unsur glamor dari F1 tidak diimbangi dengan promosi di media sosial supaya lebih kekinian dan menjaring penonton seluruh dunia untuk menonton live streaming di Youtube dibandingkan harus nonton di TV biasa.  Pemilihan sirkuit jalanan di Formula E jauh lebih masuk di akal daripada menggunakan sirkuit permanen demi mengumpulkan penonton untuk menonton balapan dengan tensi tinggi. Tidak hanya
mengusung misi ramah lingkungan saja, Formula E juga menjadi sebuah bagian utama dari balapan mobil dunia saat ini. Bukan tidak mungkin, F1 yang saat ini dipegang oleh Liberty Media akan tumbang oleh Formula E  milik Alejandro Ajag karena lebih dekat kepada publik daripada kalangan berpunya milik F1.


Share on Google Plus

About Adinata Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen