Anak Michael Schumaher Peringati Kemenangan Pertama Bapaknya di Spa

Renault F1



Otojatim (Spa)- Ada sebuah momen penting dimana anak dari juara dunia Michael Schumacher yaitu Mick Schumacher mengemudikan mobil ayahnya yakni Benetton B194 di gelaran F1 Belgia pada pekan lalu (27/8). Mobil ini didesain oleh Rory Bryne, Nicholas Tombazis dan Ross Brawn untuk di balap pada musim 1994.

B194 menggunakan mesin V8 Ford Zetec R berkapasitas 3,498 cc yang dibangun oleh Cosworth. Untuk bagian transmisinya menggunakan semi otomatis 6 percepatan dan bobot mobil mencapai 515 kg. Mobil ini adalah mobil terakhir yang dibangun oleh Benetton dengan mesin Ford, selanjutnya mobil B195 akan menggunakan mesin Renault dan menjadi mobil pertama yang merubah nama Benetton menjadi Renault akibat pabriknya di Enstone, Inggris dibeli oleh pabrikan mobil asal Perancis-Jepang ini sejak tahun 1995.

Kembali ke B194, mobil ini dikendarai oleh 4 pebalap sekaligus dalam 1 tim. Selain Schumacher sebagai pebalap utama, ada Jos Verstappen, JJ Lehto dan Johnny Herbert yang mengemudikan
mobil kedua secara bergantian. Schumacher menjuarai 8 balapan dalam 1 musim, sedangkan untuk Jos Verstappen hanya meraih podium ketiga di dua balapan yakni Hungaria dan Belgia. Selebihnya
untuk JJ Lehto meraih hasil terbaiknya di GP Kanada dengan posisi keenam dan sayangnya untuk Johnny Herbert dirinya tidak finish di dua balapan terakhir yakni GP Jepang dan Australia.

Sedangkan untuk Mick, ini adalah pertama kalinya dirinya mengendarai mobil F1. Ia merupakan pebalap F3 Eropa yang lahir dari  juara dunia tujuh kali Michael Schumacher dan Corinna Betsch.
"Hebat rasanya, ini menyenangkan bagi saya," kata Mick via Autosport. “Bagi saya untuk bisa melakukan ini, untuk mengendarai ini sangat emosional, menyenangkan dan menakjubkan,” tuturnya.
“Ada banyak sejarah dengan hal ini dan saya sangat senang bisa mengendarainya,” lanjut anak kedua Schumi ini. "Saya tidak pernah melihat begitu banyak orang di satu tempat pada akhir pekan balapan, jadi sangat menghibur dan menyenangkan," tutup pebalap kelahiran 22 Maret 1999 ini.

Mengawali kariernya dari Gokart, ia  meraih hasil terbaik di kelas KF3 Jerman pada 2011 dan 2012 dengan finish posisi ketiga. Mick juga meraih posisi ketiga di kejuaraan nasional Jerman dan CIK FIA Supercup KF. Pada 2014, dirinya meraih posisi kedua di Kejuaraan nasional Jerman dan pada 2015 dirinya mengikuti F4 Jerman dengan tim Van Amersfoort dengan finish ke-10 di klasemen akhir.

Posisi ke-10 juga dia tempati saat berlaga di MRF Formula 2000 pada 2015-2016 dan Ia bergabung di tim Prema dalam dua ajang F4 yakni F4 Jerman dan F4 Italia. Kedua ajang balap yang sama-sama F4 ini mampu dia jabani dengan berakhir di posisi ke-2. Tidak hanya itu, Mick finish di posisi ketiga di MRF Formula 2000 musim 2016-2017 dan ia kembali ke Prema untuk berlaga di F3 Eropa di musim balap 2017. Saat ini, Mick berada di posisi ke-11 dengan poin 79 dan untuk posisi tertingginya adalah ketiga di seri Italia tepatnya Monza.
Share on Google Plus

About Adinata Pramadya

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen