Cerita Sigra Pertama Kali Mudik, Angkut Delapan Orang Taklukkan Gunung Kidul

Konsumsi BBM Daihatsu Sigra
Checkpoint pertama di Masjid Keraton Jogja

Daihatsu Sigra memang bukan barang baru, tapi mobil ini baru pertama kali menjalani ritual mudik di 2017. Mungkin sudah banyak orang yang menjajal Sigra untuk melakoni turing jarak jauh, tapi perjalanan ke kampung halaman berbarengan dengan jutaan kendaraan lain tentunya akan membawa sensasi tersendiri.

Sebelumnya kami ucapkan terima kasih kepada PT Astra International, Tbk – Daihatsu Sales Operation Jawa Timur (Malang A.Yani) yang telah memberikan kesempatan kepada Otojatim untuk menjajal performa Daihatsu Sigra tipe R bertransmisi otomatik mulai dari H-2 hingga H+5 di momen Idul Fitri 2017.

Sigra adalah mobil LCGC dari Daihatsu yang mempunyai spesifikasi mesin  1.200 cc Dual-VVTi dengan kapasitas 7 penumpang. Teknologi drive by wire memungkinkan kendaraan ini mempunyai konsumsi bahan bakar yang irit hingga di atas 20 kilometer per liter.

Nah di momen lebaran kemarin, kami mencobanya di berbagai kondisi jalan untuk mengetahui bagaimana kenyamanan kendaraan ini, sekaligus mengukur konsumsi bahan bakarnya. Meski kami tahu, bahwa perjalanan mudik tidak akan selancar bila dibandingkan dengan pengetesan pada hari biasa.

Perjalanan liburan kali ini kami bagi dalam beberapa etape. Dimulai dari Malang ke Surabaya, terus kembali Malang lagi kemudian berlanjut ke Gunung Kidul (Jogja).

Turun Gunung ke Surabaya, setel MID mulai 0.

Sabtu (24/6) kami start dari Malang menuju Surabaya untuk berlebaran di sana, serta menjemput anggota keluarga yang lain untuk ikut berlibur. Hari itu sepanjang perjalanan terasa lengang sehingga cukup membutuhkan waktu 1,5 jam untuk sampai tujuan. Padahal bila kondisi normal memerlukan 2-3 jam.

Hanya diisi dua penumpang, mobil ini melaju tanpa keluhan. Akselerasi matiknya patut diacungi jempol. Memang ini disebabkan jalanan cenderung lebih banyak menurun daripada menanjak. Suspensi juga enak, tidak terasa gejala hentakan dan bouncing padahal sepanjang perjalanan didominasi jalan bergelombang dan keriting.

Berjalan konstan sesuai indikator Ecodriving, sesampai di Porong MID Sigra menunjukkan konsumsi bahan bakar yang menembus 27 km per liter. Fantastis iritnya.
Memasuki tol Porong menuju Surabaya, kami mencoba lebih memacu mobil ini karena kondisi jalan tol benar-benar tanpa halangan berarti. Tak ada truk besar yang berjalan beriringan seperti hari-hari kerja. Saat konstan di kecepatan 120 km/h putaran mesin berada di atas 3.500 Rpm, secara perlahan angka AVG di MID  turun hingga 23 km per liter.

Dari batas tol Sidoarjo menuju Waru kami coba turunkan kecepatan melaju rata 70-80 km/h dimana putaran mesinnya berada di angka 2.500 Rpm. Memang terasa lambat di Tol. Tapi cara ini berhasil menaikkan angka AVG di MID menjadi 25 km per liter.

Setelah memasuki Surabaya, Daihatsu Sigra menemani kami berputar keliling kota selama dua hari untuk berlebaran bersama sanak saudara. Alhasil, perjalanan stop-and-go di perkotaan sukses mencatatkan konsumsi bahan-bakar menjadi 17 km per liter.  Ini sangat ekonomis dibandingkan kendaraan manapun, sepanjang kami coba.

Kesimpulan pertama kami, untuk Daihatsu Sigra bertransmisi matik akan irit BBM bila dijalankan pada putaran mesin 2.500 Rpm secara konstan, atau pada kecepatan 70 hingga 80 km/h.

Jalur Roller Coaster


Pada etape kedua (Selasa 27/6), cerita perjalanan berubah 180 derajat. Berangkat dari Malang, Sigra mengangkut delapan penumpang menuju Jogja. Suasana liburan sepanjang jalur Malang ke Batu didominasi kemacetan yang hebat sehingga kami sering mengaktifkan parking brake saat antri di tanjakan.

Kami melewati jalur yang berkelok di antara dua gunung, yaitu Gunung Kawi dan Gunung Arjuna. Beruntung, dua jam kemacetan parah berakhir di Songgoriti. Jalur berikutnya Pujon, Selorejo sampai Pare berjalan lancar. Daihatsu Sigra dengan muatan penuh, tancap gas melibas tikungan yang menanjak maupun turunan tajam.

Sepanjang jalanan Pujon ke Pare mirip jalur roller-coaster yang berbatasan tebing dan bibir jurang. Sesekali kami mengambil celah untuk mendahului kendaraan depan. Untuk pengemudi pemula tidak kami sarankan bila bermuatan penuh di kelokan mengambil manuver yang tajam untuk menyalip. Untung saja kami benar-benar mengenal medan di sini.

Sigra Calya muat 8 orang
Pasukan berani mati takut lapar. Berdelapan libur lebaran bersama Daihatsu Sigra.

Rancang bangun Daihatsu Sigra yang kompak dan ringan membuat kami yakin mobil ini mempunyai kestabilan yang mumpuni serta handling yang mantab. Tester yang mengatakan kendaraan ini limbung mungkin saja kurang mengenali karakter mobil LCGC 7-seater ini.

Oh ya, harap diperhatikan, untuk menari-nari di lintasan seperti ini jangan mengandalkan transmisi D4 karena tenaganya sering kosong di tanjakan, dan apabila di-kick down maka yang terjadi adalah raungan mesin jadi terlampau tinggi akibat perpindahan mendadak ke gigi 1. Gunakanlah transmisi D2 atau D3. Napasnya bisa enak, torsinya bisa menyesuaikan medan. Di turunan curam pun aman karena di D2 terbantu engine brake.
Medan serupa juga kami temui saat melintasi areal Gunung Kidul yang berkelok-kelok menuju Pantai Baron. Bedanya ruas jalan sedikit lebih lebar, lebih banyak celah untuk mendahului.

Tetap Irit Meski Berkubang Kemacetan

Total ada 3 titik kemacetan panjang yang menjebak kami sejak mulai berangkat maupun kembali pulang. Saat berangkat macet di Batu 2 jam, Mbagor-Nganjuk 2 jam, dan jalur kembali dari Gunung Kidul lebih dari 3 jam.

Kekhawatiran kami, umumnya mesin kecil yang bermacet ria di tanjakan bakal minggir karena kepanasan. Ini bisa terjadi karena jarak kendaraan di depan terlalu berdekatan sehingga terimbas udara panas knalpotnya. Akibatnya, kipas radiator tetap menyirkulasi hawa panas saja. Akan tetapi mesin Sigra tidak mengalami gejala overheat meski berdesakan bumper-to-bumper.

Dan yang lebih istimewa, saat macet parah konsumsi bahan bakar Daihatsu Sigra menurut MID menunjukkan 13 kilometer per liter. Tanpa matikan AC. Efisiensinya ini jauh lebih baik daripada MPV 7 seater mana pun, termasuk yang bermesin diesel.

Tak mau terjebak lagi kebosanan di tengah kemacetan Caruban – Nganjuk, sepulang dari Jogja kami berputar mengambil rute Ponorogo-Trenggalek-Kediri sampai Malang.

Kejutan Fitur Keselamatan

Kami sempat melakukan pengereman mendadak di kecepatan 60 km/h karena menghindari lubang besar selepas lampu merah di daerah Prambanan. Berkat fitur ABS, ban mobil tidak terkunci dan sepersekian detik kami masih bisa menguasai laju kendaraan. Nah di sini kami merasa surprised, karena selain dibantu ABS,  di Daihatsu Sigra juga terdapat engine brake yang menahan laju kendaraan agar tidak nyelonong.

Engine brake mobil matic
Driving position Daihatsu Sigra, ergonomis dan nyaman. Sayang parking brake terlalu jauh jangkauannya.

Begitu direm mendadak, suara mesin ikut meraung pertanda engine brake bekerja. Jarang-jarang ada mobil matik yang mempunyai fitur ini di jalanan datar. Kejadian ini di tuas transmisi D4 lho, bukan D2. Artinya, ada sensor canggih yang bisa mendeteksi bila pengemudi melakukan hard-braking dengan efek G-force.

Detail Perjalanan selama 3 hari 3 malam:
  • Jumlah Penumpang : 5 dewasa dan 3 anak
  • Rute: Malang – Surabaya – Malang – Kediri – Ngawi – Solo – Jogja – Gunungkidul  – Solo – Ngawi – Ponorogo – Trenggalek – Kediri – Malang
  • Jarak Tempuh:  1.190 km
  • Total biaya untuk bahan bakar: Rp500.000
Konsumsi BBM Daihatsu Sigra
Finish di 1.190 km. Isi BBM 5x Rp.100.000 Pertalite. Waktu isi pertama posisi E. Sampai rumah di Malang masih sisa separuh tangki.

Plus Minus
  1. Suspensi Daihatsu Sigra sangat empuk untuk mobilitas harian dengan asumsi tidak setiap hari diisi muatan penuh (2-4 orang), mobil ini hampir tidak ada keluhan. Bahkan lebih enak daripada Xenia. Tapi bila harus full load maka kita harus pilih-pilih jalan dan kurangi kecepatan. Karena ground clearance akan turun dan kurang nyaman bila menghantam lubang. Mungkin solusinya harus ganti pelek.
  2. Akan sangat lebih baik bila sandaran kepala jok baris depan dibikin terpisah.
  3. Parking brake jangkauannya terlalu jauh, musti membungkuk sedikit.
  4. Di bawah arm-rest tidak terdapat console box, padahal kalau arm-rest disandarkan tidak berfungsi apa-apa.
  5. Penumpang di baris paling belakang kurang merasakan dinginnya AC. Bila blower (air-recirculator) dibesarkan suaranya bising banget.
  6. Daihatsu Sigra sangat irit alias hemat bahan bakar.
Nah itulah cerita perjalanan mudik kami bersama Daihatsu Sigra 1.2 R Automatic Transmission. Apabila ada pertanyaan atau komentar silahkan isi kolom komentar di bawah ini. Jangan lupa subscribe artikel kami di kolom langganan berita via email.

Sponsor -- Kontak Diler Daihatsu sesuai Kota

Share on Google Plus

About Handi Cahyono

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen