Susah Payah Raih Pole, The Iceman Telan Kekecewaan Akibat Strategi Tim Order

Raikkonen merasa kecewa karena harus mengalah dan mengikuti strategi orkestra sumbang. Foto:motorsport/Naskah:Adiya

Monaco, Otojatim.com- Kemenangan Vettel di GP Monaco menyisakan tanda tanya sekaligus ekspresi kecewa dari rekan setimnya, Kimi Raikkonen. Dimana posisi Pole yang diraih begitu mulusnya harus jatuh ke tangan Sebastian Vettel begitu mudahnya. 

Jika balapan di Monaco kemarin disamakan dengan sebuah konser orkestra, tentunya kemenangan Raikkonen adalah hal mutlak dan tak bisa diubah lagi. Namun, balapan kemarin seperti orkestra dengan nada sumbang atau fals yang sangat mengganggu pendengaran kita. 

Bisa terlihat dari jalannya balapan, dimana Vettel sangat menguasai pace dan Raikkonen sempat mengalami kemunduran di beberapa lap. Hal ini menimbulkan keganjilan di mata penggemar. Apalagi kondisi sirkuit jalan raya seperti Monaco sangat tidak ramah dengan overtaking dan juga berisiko sekali untuk melakukan manuver untuk menyalip. 

Disini, terlihat bagaimana peranan “Team Order” yang sering sekali digunakan oleh Ferrari untuk melegalkan pembalap kesayangan mereka. Hal ini dicurigai oleh Toto Wolff, Kepala Tim Mercedes F1 AMG. Dimana dia merasa aneh dengan kemampuan ban yang dipakai oleh Vettel. 

“Sangat heran dengan kemampuan ban yang dipakai oleh Vettel, dimana kemampuan ban tersebut harusnya sama dan mereka bisa mendapatkan jatah dua pit stop. Lalu di pit stop kedua lah keduanya bisa memakai supersoft,” tukas Toto. 

“Herannya lagi, Vettel sanggup menjaga tingkat keausan ban super soft. Apalagi setiap putarannya dia membuat catatan impresi bahkan bisa menjauh rekannya. Ini begitu aneh sekali apakah Ferrari melakukan semacam anak emas atau tidak?” tambah Wolf. 

Tapi menurut Toto Wolff, apa yang dilakukan Ferrari seperti orkestra sumbang. Sumbang dalam artian ada suara yang begitu tidak pas bahkan terlihat cacat meskipun kemenangan ini terasa sempurna oleh mereka. Dimana cara seperti ini bisa dibilang mirip dengan yang dilakukan oleh mereka terhadap kedua pembalap mereka Nico Rosberg dan Lewis Hamilton. 

Memang, perasaaan sakit hati begitu terasa oleh Raikkonen dan itu terlihat dari raut wajahnya saat menaiki podium. Ditambah lagi, pole position kali ini merupakan hasil dari bertapanya Kimi selama 9 tahun. Bayangkan 9 tahun menunggu untuk meraih podium harus bubar akibat strategi yang sangat melecehkan sekali. 


Mungkin saja, Ferrari harus cepat menyadari masalah ini sebelum Kim “Iceman” Raikkonen membuat statement kejutan lainnya. Atau dia bisa protes ke Arrivabene akibat strategi yang dianggap merugikan dirinya sendiri. Lalu, apakah drama orkestra sumbang ini akan berlanjut ke seri berikutnya di Kanada. Semoga saja tidak berlaku lagi dan semuanya berlangsung seperti biasa. 
Share on Google Plus

About Adiyasa Prahenda

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen