Strategi Jitu Pemilik Baru Sirkus Formula 1 dalam Meraup Dollar

Formula One 2017 dimulai dengan format baru dan pemilik baru 

Australia, Otojatim.com - Baju baru, sepatu baru, tim baru sampai pemilik baru. Itulah yang menggambarkan perubahan yang dilakukan Formula One untuk meraih tujuan utama mereka, Penonton.  Dimana kita tahu kesuksesan penyelenggara ajang olahraga terlihat dari animo penonton. Apakah terus meningkat atau terus menurun. 

Mengapa harus penonton dan ada masalah apa dengan penonton tersebut? Oke, mari kita lihat beberapa musim balap belakangan ini. Ambil contoh balapan musim 2016, dimana dominasi Mercedes-Benz AMG dan persaingan pun hanya Nico Rosberg dan Lewis Hamilton. Hal tersebut berpengaruh kepada jumlah penonton yang semakin merosot. 

Selain biaya siaran semakin membengkak juga pengiklan pun tidak mau memasang produk mereka. Dikarenakan banyak sekali larangan dan juga tarif yang dipatok oleh Bernie Ecclestone pun sangat menggila. Itulah yang menyebabkan gelombang protes dari berbagai lini terus menekan Bernie yang saat ini berumur 86 tahun. 

Memang, sebagai promotor tunggal dan penyelenggara Formula One dari tahun 70-an membuatnya lupa daratan dan seenaknya membuat pendanaan F1 semakin mahal. Bahkan, banyak sekali tim balap termasuk Privateer mengeluhkan mahalnya balapan di F1 dalam semusim. Karena itu, banyak sekali tim papan bawah selalu berganti setiap tahun.

Masalah ini juga mendera tim papan atas dan menengah, dimana biaya yang dikeluarkan satu musim pun begitu mahal. Bahkan, mereka sendiri mulai memboikot balapan apabila masalah biaya tak terselesaikan di era Bernie Ecclestone. 

Chase Carey, promotor yang menggeser tahta Bernie Ecclestone
Di tengah kemelut Formula One saat ini, munculah pemilik baru dengan segudang dana dan juga solusi yang mencerahkan event jet darat tersebut. Kini pemimpin sekaligus promotor balapan dipegang oleh Chase Carey. Mantan orang nomor satu 21th FOX ini memiliki segudang pengalaman dalam industri hiburan. Tentunya, menangani event seperti ini rasanya tidak terlalu sulit. 

“Memegang Formula One itu seperti membuat ajang Superbowl sepanjang tahun dengan bumbu hiburan dan juga kesenangan,” ujar Chase. Dengan bumbu seperti itu, rasanya penyelenggara pun sanggup mendatangkan penonton terutama milenial yang inginnya menonton via streaming. 

Untuk menyukseskan Formula One sendiri, Chase memilih Ross Brawn yang berpengalaman mengantarkan Michael Schumacer jadi juara dunia. Lalu pengalamannya membawa tim terbawah jadi teratas, membuktikan kalau Ross Brawn adalah orang yang tepat untuk membawa perubahan besar dalam ajang Formula One ini.

“Saya rasa sebuah pilihan tepat, Ross Brawn menjadi bagian dari pimpinan F1 terbaru. Karena tidak ada yang mampu dan berhasil seperti dia,” tukas Gunther Steiner, Kepala tim HASS Racing. 

“Bila dibandingkan dengan Bernie, dia adalah lelaki tua yang tak mengerti arti media sosial. Bahkan dia pun mengomentari kalau media sosial itu “Tidak Berarti” dalam bisnisnya. Karena itu, kami ingin sekali adanya perkembangan terbaru dari ajang balapan ini di tangan pemimpin baru, kata Christian Horner, Pemimpin Tim Red Bull Racing. 

Pemasukan Bakal dari Layanan Streaming dan Media Sosial

Sean Bratches (kiri), Chase Carey (Tengah) dan Ross Brawn (Kanan)
Pengaruh digital sendiri begitu kuat. Apalagi beberapa cabang olahraga sudah melengkapi dengan beberapa fitur yang bisa digunakan oleh penggemar mereka. Melihat potensi uang begitu besar, para pemimpin F1 baru ini mulai berpikir untuk meraup untung dari dunia digital. 

“Kami melihat pentingnya diversifikasi pendapatan.  Dimana. pemimpin sebelumnya sangat sentralisasi dan pola bisnis begitu kuno. Karena digunakan selama 40 tahun lebih. Untuk itu, kami membuat strategi baru untuk mendapatkan pemasukan lebih banyak lagi,” ucap Sean Bratches yang memimpin operasional Formula One. 

Mereka pun memandang tak selamanya fans tersebut hanya duduk di grandstand alias kursi utama. Semuanya pun bisa menjaid grandstand alias melihat langsung dengan beragam akses. Hal tersebut yang sedang dicari oleh ketiga orang ini. Sean Bratches, Chase Carey dan Ross Brawn. Mungkin bisa dijuluki ‘The Three Musketeers’. 

Bisa jadi selama musim 2017 kita melihat beberapa perubahan seperti streaming berbayar atau live event di facebook bahkan Live Instagram dengan para pembalap. Semua itu mungkin bisa terlihat dalam musim kali ini. Kita tidak tahu seperti apa konsep yang dicetuskan oleh ketiga orang ini. 


Jadi, mungkin saatnya mengucapkan Opa Bernie yang menjabat sebagai Chairman Of Emiritus alias pensiun dan beri salam terhadap ketiga ksatria pembawa perubahan pada Formula One. Agar semangat balapan ini terus terjaga dan menjadi rujukan semua pembalap di seluruh dunia.

Editor: Handi Cahyono
Share on Google Plus

About Adiyasa Prahenda

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen