Ferrari F355 Challenge, Berjaya di Lintasan Nyata dan Virtual

Ferrari F355. Foto/Naskah: Berto Adinata Pramadya

Jakarta, Otojatim.com - F355 Challenge merupakan salah satu mobil balap semerek paling dikenal. Lahir pada 22 tahun lalu atau pada 1995, mobil balap ini lahir dari F355 Berlinetta yang dimodifikasi sebesar  $30,000.

Ubahan yang dilakukan adalah pengurangan bobot dan penambahan piranti balap seperti rollcage,jok balap, pemadam kebakaran dan engine cut-off plus suspensi balap yang bisa disetting sesuai karakter sang pebalap. F355 Berlinetta sendiri merupakan pengembangan dari 348 dimana mobil sport ini memiliki bentuk mengkotak plus lampu pop-up khas era 90an.

Untuk mesin, mobil ini menggunakan V8 berkapasitas 3500 cc dengan teknologi kepala silinder 5 katup. Dengan kepala silinder ini, F355 mampu melahirkan tenaga 375 dk dengan akselerasi 0-100 km/jam dicapai dalam waktu 4,7 detik dan menghasilkan kecepatan puncak 295 km/jam.

Mobil ini dilengkapi sayap belakang sebagai piranti aerodinamika utama. Adapun transmisi yang digunakan adalah 6 percepatan manual dan transmisi F1 untuk kepentingan khusus. Adapun unit yang dijual sebanyak 28 unit dan salah satunya ada di Indonesia tepatnya di pameran Ferrari Classic, Jakarta (14/3). Mobil itu tampil tanpa sayap belakang dan menggunakan velg dari Speedline.

F355 Challenge merupakan mobil balap pengganti dari 348 Berlinetta dan diadubalap di Ferrari Challenge. Selama 5 tahun dari 1995-2000, F355 dipakai untuk kepentingan balap one make race sampai pembuat game bernama SEGA melahirkan game bernama sama seperti nama mobil balapnya.

Baca:  Ferrari 512 TR, Mobil Kebanggaan Para Pecinta Arcade Game 

Game balap berjudul F355 Challenge ini hadir di arcade, Sega Dreamcast dan Playstation 2 dengan mendapat respon positif. Game ini sangat membuat nama Ferrari tenar di dunia video game setelah lebih dahulu muncul melalui Testarossa via game Outrun.

F355 sama halnya seperti Testarossa, tenar di dunia maya bukan di dunia nyata. Tanpa Sega sebagai pembuat game, kita hanya bisa berandai-andai saja untuk mengemudikan Ferrari di dalam mimpi tanpa simulator khusus.

(Naskah: Berto Adinata Pramadya)
Share on Google Plus

About Handi Cahyono

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen