Suroboyo Kotrik Club 4x4 : Si “Kutu Jalanan” Yang Masih Tetap Eksis


Suroboyo Kotrik Club 4x4 (SKC) salah satu club jeep Jimmy Kotrik yang memiliki jumlah anggota cukup banyak dan terbesar di seluruh Jawa Timur.



Otojatim.com, Surabaya-Pada tahun 2017 ini ada sesuatu yang istimewa yang tentunya tidak akan dilewatkan begitu saja untuk para pecinta Kotrik apapun jenisnya, pasalnya  pada Maret 2017 ada perlehatan akbar Jamnas Kotrik se- Indonesia di kota Trenggalek Jawa Timur.


Penggemar “ligh jeep” Suzuki Jimmy boleh saja bersedih, pasalnya Suzuki Jimmy yang pernah mejeng pada GIIAS 2016 lalu tidak jadi di rakit di Indonesia, namun demikian konsumen dapat membelinya dalam bentuk CBU dan tentunya harganya lebih tinggi.

Suzuki Jimmy sendiri merupakan SUV yang pertama kali di produksi pada tahun 1968 untuk pasar global. Mobil ini dirakit di dua Negara yaitu di Hamamatsu Jepang dan Linares, Jaen Spayol. Suzuki membeli linsensi Hope Motor Company yang kemudian menciptakan cikal bakal dari Suzuki Jimmy.
Pada tahun 1970 Jimmy mengeluarkan produk pertama, dengan nama Suzuki LJ10, yang merupakan Jimmy pertama dengan mesin 2 tak dan dengan kapasitas  mesin 395 cc dua silinder berpendingin udara.

Barulah pada tahun 1979 Suzuki Jimmy dihadirkan di Indonesia melalui sosok LJ50 bermesin 550cc. Menyusul pada tahun berikutnya LJ80 dengan mesin  800 cc 4 silinder atau yang banyak dikenal sekarang Jimmy Jangkrik dan orang Jawa Timur menyebut Kotrik.

Sampai akhirnya pihak Suzuki menghadirkan Suzuki Jimmy SJ40 sebagai pengganti Jimmy Jangkrik dan sudah mengusung mesin 1000 cc dan di produksi di Indonesia tepatnya Bekasi, Jawa Barat.
Suzuki Jimmy seri SJ40 adalah seri yang banyak digunakan di tanah air sampai sekarang. Baik sebagai mobil perkotaan ataupun mobil lintas alam (offroad). Kelincahan bermanuvernya di ruang sempit menjadi andalan light jeep ini. Selain konsumsi bahan bakar yang irit.

Suzuki Jimmy SJ40 banyak digemari para pecinta offroad, karena praktis dan mudah dimodifikasi serta mempunyai fitur 4x4 yang mumpuni. Untuk  kalangan menengah bawah yang mencintai offroad, Suzuki Jimmy tentu menjadi pilihan utama.

Edho Saputra salah satu anggota SKC yang baru baru ini mengikuti perjalanan lintas alam guna persiapan Jamnas 2017 di Trenggalek, Jawa Timur.



Sukses dengan seri SJ40, Suzuki Jimmy mengeluarkan generasi kedua nya yaitu SJ410 dan SJ413 atau biasa disebut Jimmy Offroad 4x4 pada era 90 an.

Untuk seri SJ410 ini memilik banyak sekali varian mulai dari Jimny trepes, Jimny Siera, Jimny Samurai, Sampai Jimny Katana yang sangat populer tahun 90 an. Dari sekian banyak varian SJ410 suzuki jimny katana yang keluar paling lama yakni mulai tahun 1986 sampai 2007 (sekitar 20 tahun), sedangkan tahun 1982 sampai 1986 keluar sangat banyak varian akan tetapi tidak berlangsung lama (hanya 4 tahun saja) padahal kualitas Jimny terbaik adalah pada tahun-tahun ini (1982-1986) karena menggunakan sistem penggerak 4x4.



Memasuki usia 47 tahun keberadaannya di Indonesia, Suzuki Jimmy masih tetap eksis sebagai kendaraan penjelajah pecinta lintas alam. Sebut saja salah satu club Suzuki Jimmy yang memiliki anggota sekitar 125 orang dan memiliki banyak ranting seantero Jawa Timur, Suroboyo Kotrik Club 4x4. Yang pada Sabtu (28/1) mengadakan pemanasan dengan “ngaspal” ke Bromo.
Mengambil start dari Gempol, sejumlah offroader pengguna Suzuki Jimmy yang berasal dari berbagai daerah Jawa Timur seperti, Gresik, Sidoarjo, Surabaya dan Mojokerto melakukan pemanasan menuju puncak Bromo.

“Yang ikut ada 3 club, jadi sekitar 30 mobil yang berangkat ngalas ke puncak Bromo,” terang Edho.
Edho Saputra adalah satu anggota SKC 4x4 yang berbagi moment dengan otojatim lebih jauh menjelaskan.

“Ini ngalas bareng edisi persiapan event untuk bulan Maret Suroboyo Kotrik Club, bareng Suroboyo 4x4 club dan Jeep Rock n Roll (JRC),” jelas Edho yang sehari hari bertugas sebagai anggota TNI AD.

Suzuki Jimmy boleh saja tidak lagi masuk di Indonesia, tapi penggemar si “Kutu Jalanan” ini masih tetap eksis bahkan semakin banyak di Indonesia.



Share on Google Plus

About Argo Santoso

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen