Jorge Lorenzo Sapa Penggemarnya di Jakarta. Ini Komentarnya tentang Ducati dan Casey Stoner

Jorge Lorenzo

Jakarta, Otojatim.com - Sehari setelah sesi tes pramusim terakhir di Sepang, Malaysia. Pebalap Ducati, Jorge Lorenzo malam ini (2/2) menyapa Jakarta tepatnya di Exodus, Kuningan. Hal ini dilakukan sebagai brand ambassador dari Shell Advance pada acara meet and greet skuad Ducati MotoGP hari ini.

Tidak hanya Jorge saja yang datang pada acara itu, tapi juga Sporting Director Ducati, Paolo Ciabatti datang menjadi orang penting yang membangun motor Ducati GP17 untuk musim ini. Tidak hanya temu jumpa penggemar saja dilakukan tapi juga berbagai bocoran tentang penyempurnaan motor GP17 sebagai motor balap utama  skuad berjuluk "pasukan merah putih" ini.
Baca: Formasi Baru Skuad Ducati MotoGP untuk musim 2017

Dalam acara ini, Paolo menyebut kalau tim teknik Ducati sedang menyiapkan fairing baru guna menghilangkan tradisi winglet pada motor mereka sejak 2016 lalu. "Tim riset kami sedang mendesain beberapa bentuk fairing untuk musim 2017. Tentu hal ini guna meningkatkan performa aerodinamika Desmosedici musim ini," papar Ciabatti.

"Nantinya beberapa desain tersebut akan kami gunakan saat tes di Phillip Island (Australia). Disana sangat cocok untuk mengembangkan aerodinamika karena sirkuitnya berkarakter high speed dan memiliki angin yang cukup kuat" tambahnya.

Saat pengetesan di Malaysia lalu, tester Casey Stoner menjadi penguji fairing baru itu dan membawa pebalap Australia itu menjadi yang tercepat di hari pertama (30/1) pengetesan.  Sebagai pengganti winglet, ada bagian yang melengkung yang terdapat di fairing baru itu.

Sementara, Lorenzo menyebut kalau kehadiran juara dunia 2007 dan 2011 itu membuat dirinya terpacu untuk melesatkan Desmosedici GP17 lebih kencang dari motor pendahulunya yaitu Yamaha M1. "Dia (Stoner) sangat paham mengenai  motor Ducati.

Dia pernah 'menjinakan' Desmosedici dengan sangat baik dan menjadi juara dunia.  Saya sangat senang memiliki dia sebagai test rider di Ducati," ungkap JL99. Pebalap berjuluk Por Fuera itu menyebut kalau dirinya harus menyesuaikan gaya balapnya akibat motor yang terlalu besar sehingga menyulitkan dirinya saat mengerem.

Lorenzo juga menanggapi kalau motor Ducati tanpa winglet itu menyebabkan masalah pada akselerasi motor saat mengegas di lurusan.

“Sehingga akselerasi motor jadi berkurang, karena kami kehilangan performa motor yang harusnya bisa diatasi dengan adanya winglet,” pungkas Lorenzo. Semoga saja, pada sesi pengetesan selanjutnya di
Australia nanti, Ducati bisa tampil lebih baik seperti pada 10 tahun yang lalu saat Stoner menjadi juara dunia.
Share on Google Plus

About Handi Cahyono

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen