Laporan Reli Mobil Dakar 2017 Paruh Pertama: Dominasi Singa Perancis Taklukkan Samurai Jepang

Stephane Peterhansel tim Peugeot reli Dakar 2017
Stephane Peterhansel tim Peugeot reli Dakar 2017

Oruro, Otojatim.com - Sejak digelar pada 2 Januari lalu, ajang Dakar 2017 memang betul-betul memberikan kejutan bagi para pecinta reli cross country. Pasalnya, pertempuran antara kedua pabrikan yaitu "Singa Perancis" Peugeot dengan "Samurai Jepang" Toyota" seharusnya diharapkan semakin sengit sejak SS1 dari Asuncion, Peru sampai Resistencia, Argentina.

Akan tetapi kesialan menimpa tim Toyota Gazoo Racing ketika mobil Hilux yang dikendarai Naseer Al Attiyah tiba-tiba terbakar akibat kebocoran oli di tengah jalan. Sepanjang sepuluh kilometer kita terkendala asap masuk ke dalam kabin. Ternyata ada api di samping Mathiew Baumel (co-driver).
Sempat melambat hingga finis. Kita harus gunakan pemadam untuk menghentikan api,” ujar Al-Attiyah via Autosport. “Nyatanya di garis finis kita temui ada kebocoran oli. Tak tahu apa penyebabnya, sedang diperiksa. Berharap mesin tak terkendala, karena kehilangan oli,” jelasnya.

Selanjutnya, pada SS3 antara antara Tucuman - Jujuy mobil bernomor 301 itu mengalami kerusakan lagi akibat putusnya ban kanan belakang. “Selesai… hari yang buruk. Kita alami nasib sial. Menabrak batu besar dan mematahkan ban,” buka Al-Attiyah. “Kita memutuskan menempatkan batu dan ban agar mobil bisa seimbang, tapi kita harus menyusuri 80 kilometer seperti ini. Mencoba berhenti untuk memperbaiki, tapi tak bisa. Kita tak punya peralatan memadai,” bebernya.

Akibatnya, pereli Qatar itu gugur dan gagal bersinar seperti dahulu ketika memenangkan perlombaan pada 2015 dan meraih runner up pada tahun lalu dengan Mini. Rekan setimnya "Sang Kuda Hitam" Giniel De Villiers yang semestinya tampil sempurna malah mengalami masalah teknis sehingga tidak bisa finish top 5 seperti dahulu kala.

Toyota hanya mengandalkan seorang Nani Roma dengan tetap bertahan di posisi keempat saat perlombaan ini harus menjalani istirahat di hari ketujuh (08/01) penyelengaraan. Sedangkan De Villiers sendiri berada di posisi kedelapan overall setelah mobilnya diperbaiki pada SS sebelumnya.

Di depan sana, pasukan "Singa Perancis" Peugeot nampak sangat superior. Sejak SS2 yang menempuh 275 km dari Resistencia ke San Miguel de Tucuman, mantan pereli WRC Sebastian Loeb langsung bersinar dengan memimpin perlombaan.

“Kemenangan awal di Dakar 2017 dan kami melakukannya fokus, ini adalah hari yang baik dan kondisi lintasan sangat baik. Tak ada kendala dengan 3008 DKR, semuanya berjalan lancar,” ujar Loeb.

Eks juara dunia WRC itu juga melahap SS3 antara San Miguel de Tucuman ke  San Salvador de Jujuy sejauh 364 km. Mantan pereli KTM sekaligus juara dunia Dakar kategori motor yang mencoba peruntungannya di kategori mobil via Peugeot, Cyril Despres memenangkan  SS4 dari San Salvadro de Jujuy, Argentina menuju Tupiza di Bolivia dengan jarak kompetisi 416 km.

Hanya saja, kesialan menimpa penunggang Peugeot lainnya yakni Carlos Sainz  gugur dini karena mobilnya jungkir balik 5 km sebelum finish. “Saya masuk tikungan telalu cepat. Kita menabrak bagian dalam tikungan dan menggulingkan mobil. Untuk kemenangan masih belum berakhir – tapi itulah yang terjadi,” ujar Sainz.

“Sangat mengecewakan harus pensiun. Saya telah melaju dengan kecepatan yang bagus awali reli dengan Peugeot 3008DKR. Padahal lebih baik dari mobil tahun lalu. Kecewa tidak bisa menggunakan secara maksimal potensinya,” sesal pengguna nomor 304 ini.

Pada SS5 antara Tupiza ke Oruro, Bolivia yang dimodifikasi akibat cuaca badai, kini giliran rekan setimnya atau "Mr Dakar" Stephane Peterhansel mengambil alih pimpinan perlombaan pada SS berjarak 219 km dari 447 km itu. Dibelakangnya ada Loeb dan Despres menemaninya untuk tetap bertahan sebagai dominator dalam Dakar 2017.

Rasanya agak janggal kalau tidak menyebut Mini yang notabene menjadi juara dunia di 2015-2016 lalu. Kini, tim asal Inggris itu menghantui dominasi Peugeot dengan Mikko Hirvonen, Kuba Przygonski dan Orlando Terranova.

Dianggap "underdog" tim pabrikan terkuat ketiga di Dakar ini tetap bertahan meskipun mobil John Cooper Works Dakar dianggap dibawah rata-rata karena memiliki tenaga yang kurang meskipun memiliki daya tahan bagus. Pada hasil keseluruhan (overall) mobil, menunjukkan Hirvonen berada di posisi kelima, Kuba berada di tempat keenam dan Orlando di tempat ketujuh.

Hari ini (09/01), perlombaan akan dimulai kembali setelah SS6 antara Oruro menuju La Paz dibatalkan akibat badai di Bolivia. Pertarungan akan berlangsung di SS7 antara La Paz ke Uyuni berjarak 322 km. Mampukah tim "Singa Perancis" mendominasi perlombaan? Atau adakah kejutan dari MINI? Semua itu akan segera terjawab pada perlombaan selanjutnya.


Klasemen Keseluruhan Setelah Stage 5

1. Stephane Peterhansel    Peugeot     14jam 02mnt 58dtk
2. Sebastien Loeb    Peugeot     +1mnt 09dtk
3. Cyril Despres    Peugeot     +4mnt 54dtk
4. Nani Roma    Toyota     +5mnt 35dtk
5. Mikko Hirvonen    MINI     +42mnt 21dtk
6. Kuba Przygonski    MINI     +59mnt 55dtk
7. Orlando Terranova    MINI     +1jam 04mnt 49dtk
8. Giniel de Villiers    Toyota     +1jam 08mnt 11dtk
9. Boris Garafulic    MINI     +1jam 57mnt 40dtk
10. Romain Dumas    Peugeot     +2jam 22mnt 17dtk
Share on Google Plus

About Handi Cahyono

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen