Driftcamp Karawang, Acara Pembibitan Drifter pada Akhir Tahun

Kejuaraan Driftcamp Karawang 2016. Foto: KDRT

Karawang, Otojatim.com - Drift merupakan salah satu cabang olahraga otomotif yang bisa dianggap mahal karena betul-betul menyiapkan kendaraan sesuai dengan settingan supaya bisa "ngesot" di tikungan. Sialnya, pembibitan dalam drift itu dipersulit dengan sedikitnya kejuaraan maupun lahan latihan untuk balap.

Indonesian Drift Community (IDC) selaku komunitas drift terbesar di Indonesia menggelar ajang Driftcamp yang digelar pada Sabtu (17/12) di Technomart, Karawang. IDC sendiri berdiri pada 2009 sejak gelaran perdana Achilles Drift Battle di Kemayoran lalu.
Komunitas yang juga bernama lain Orange Production ini juga pernah mengggelar ajang Jakdrift pada 2010 dan tiap tahun menggelar Driftwar di setiap gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS).

Acara ini sempat diguyur hujan, tapi tidak membuat para pebalap patah arang dan tetap beraksi bak orang yang sedang kesurupan.
Peserta Driftcamp Karawang 2016. Foto:KDRT
"Trek Drift Camp ini sangat bervariasi karena cuaca yang berubah-rubah, awalnya pagi hari cuaca cerah, memasuki siang hujan turun. Kondisi ini pas untuk latihan para drifter karena bisa sesuaikan setingan mobil berdasarkan cuaca," jelas Denny Pribadi penanggung jawab Drift Camp yang juga merupakan pebalap tim Total.

"Drift Camp ini juga sebagai ajang tukar pikiran antar para drifter.  Contohnya drifter muda atau drift star bisa meminta masukan langsung kepada drift diatasnya yaitu kelas pro. Jadi sekalian mencari ilmu secara teknis cara drifter yang baik." tambahnya.

Ada 40 pebalap yang mengikuti sesi latihan ini. Beberapa minus seperti tim Pertamax Motorsport  dan HGMP (Hotel Grand Mutiara Pangandaran) yang sama-sama memiliki acara pribadi sendiri-sendiri.

"Acara ini memang merupakan gelaran drift terakhir pada 2016 ini dan merupakan acara kumpul-kumpul terbesar para drifter selain di serial kompetisi Achilles Motorsport Festival" ujar Teguh T-Ghe Busono, pengurus IDC.

Berbeda dengan ajang drift lainnya, mobil-mobil pickup dan retro dilibatkan untuk memeriahkan acara disamping taxi drift bagi penonton dan coaching clinic dari beberapa drifter profesional.

Semoga saja, gelaran selanjutnya bisa diikuti full team dan mampu "menceburkan" para drifter muda supaya seimbang dengan drifter profesional seperti Lucky Reza (Pertamax Motorsport) dan Adwitya Amandio (Intersport).
Share on Google Plus

About Handi Cahyono

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen