Nasib Bajaj Kini Kian Pasti Pasca Diterapkannya Perda No 4 thn 2014

Bajaj berbahan gas siap gantikan bajaj berbahan bakar bensin 2 tak

Jakarta, Otojatim.Com -  Kisruh peremajaan bajaj sebetulnya merupakan potret dari carut marutnya pengelolaan transportasi Kota Jakarta, khususnya dalam konteks pertimbangan keamanan publik (human security).  

Mengatasnamakan pertumbuhan ekonomi, laju permintaaan kepemilikan kendaraan pribadi menjadi tak terbendung, sementara fasilitas angkutan publik tak kunjung diperbaiki.

Sudin Perhubungan dan Transportasi Jakarta Pusat, Harlem Simanjuntak pernah melarang bajaj melintas di depan Istana Negara. Sebelum akhirnya, wacana itu dibatalkan karena protes Ahok yang mempertanyakan larangan tersebut.

Kini nasib bajaj semakin pasti, pasca diterapkannya Perda No 4 tahun 2014. Angkutan Lingkungan roda tiga (Bajai) dipastikan tidak akan tergusur atau hilang dari peredaran di Ibukota. Sebab sebagai angkutan lingkungan kendaraan ini masih diminati dan dibutuhkan, bahkan memiliki dasar hukum yang kuat.

Ketua Institute Transportasi Indonesia (Instran) Dharmaningtyas mengatakan, berdasar Perda No 4 thn 2014 angkutan lingkungan adalah sepeda motor roda tiga tanpa rumah." Dengan demikian dasar hukum angkutan lingkungan atau angkutan roda tiga itu sangat kuat. Jadi tidak ada masalah apapun dengan ketentuan peraturan daerah yang ada," ujarnya.

Kini nasib sopir bajaj semakin pasti pasca diberlakukannya Perda No 4 tahun 2014

Menurutnya, permintaan terhadap jasa angkutan roda tiga masih cukup tinggi. Terbukti jumlah angkutan roda tiga saat ini masih sebanyk 14.600 unit. Bahkan, nilai setoran setiap harinya masih mencapai Rp 120.000,- sampai Rp 160.000,-

"Karena angkutan ini dibutuhkan ibu-ibu ketika berbelanja kepasar, anak - anak sekolah, orang yang berpergian dalam jarak dekat dll," kata Darmaningtyas pada diskusi publik bertajuk  “Menata Transportasi Jakarta Menelisik Peran Angkutan Lingkungan” Studi Kasus Angkutan Roda Tiga di Bangi Kopi Tiam, Pasar Minggu.

Jika aturan fungsi atau peran ditegakan, lanjutnya, termasuk angkutan ligkungan dan angkutan kota di jalankan, maka kesemrawutan di Ibukota juga akan lebih terurai. Pernyataan senada diungkapan oleh wartawan senior Anton Chrisbianto.

Dia menyebut, jumlah orang yang memanfaatkan orang di Jakarta dari sekitarnya (Bodetabek) dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Jika pada tahun 2010 jumlah orang memanfaatkan angkutan menuju Jakarta masih 21,5 juta orang. Namun, pada tahun 2015 jumlah tersebut telah mencapai 47,5 juta orang.

"Dengan meningkatnya jumlah orang yang berlalu lintas di Jakarta maka kemacetan semakin parah. Sehingga kerugian ekonomis yang ditimbulkan semakin meningkat. Kerugian akibat pemanfaat BBM yang sia-sia mencapai Rp 42,5 triliun sedangkan kerugian kesehatan, waktu produktif yang percuma, dan pencemaran udara mencapai 15 triliun", ujar Anton Chrisbianto.

Oleh karena itun seperti halnya Dharmaningtyas, Anton mendesak pemerintah untuk secara tegas dan konsisten menjalankan pemetaan fungsi masing-msing moda transportasi. Dia menyebut angkutan lingkungan roda tiga misalnya tetap dipertahankan, namun mengatur area peredarannya agar tidak tumpang tindih dengan moda transportasi lain. Apalagi menggantikannya dengan angkutan yang berukuran lebih besar.

Hanya memang baik Anton maupun Dharmaningtyas meminta operator angkutan roda tiga untuk melakukan perubahan demi menuju peningkatan bisnis da memenuhi keinginan da kebutuhan kosumen. Dengan mendirikan badan hukum misalnya pengelola angkutan ini, akan lebih mudah mengajukan kredit ke bank ketika melakukn peremajaan armada.

Langkah lainnya adalah dengan melakukan peremajaan armada yang sesuai dengan prinsip ramah lingkungan. Wujudnya mengganti angkutan roda tiga berbahan bakar minyak dengan model yag berbahan bakar gas alam. 
Share on Google Plus

About Argo Santoso

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

0 komentar:

Posting Komentar

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen