Test Drive: Performa dan Konsumsi BBM Honda Brio 1.3 vs Brio Satya 1.2

New Brio RS 2016

Kami memang belum menjajal performa New Brio facelift terbaru (2016) yang disebut-sebut telah dioptimalkan mesin dan transmisinya. Namun bagi Anda yang penasaran dengan performa Brio tak ada salahnya bila menilik hasil testdrive Brio Sport AT 1.300 cc keluaran 2012 dan Brio Satya 1.200 cc E MT 2014 (LCGC) berikut:

Brio Sport S AT 1.300 cc (2012)
Kami mencoba Honda Brio tipe S Automatic. Mobil ini tergolong entry level city car seperti Mitsubishi Mirage, Daihatsu Sirion atau Nissan March tapi Brio punya keunggulan pada mesin dan transmisinya.
Meskipun belum CVT (continuous variable transmission) tapi transmisi automatic-nya sudah mempunyai 5 percepatan dan mesin 1300 cc-nya  mampu mengeluarkan tenaga hingga 100 ps.

Karena memakai 4 silinder suara mesinnya jauh lebih halus dan bebas getaran, daripada kompetitornya yang masih memakai 3 silinder saat posisi iddle getaran bisa terasa sampai ke dalam kabin.

Foto: Adiya/Brio Club
Mesin mobil ini berkode L13A, mesin yang sama dengan yang digunakan Honda Jazz 1300 cc versi Jepang yang tidak masuk di Indonesia.

Tenaganya yang 100 ps ini cukup mumpuni untuk city car bahkan bila dimodifikasi bisa jauh berpotensi. Sudah banyak penggemar Brio yang melakukan modifikasi pada mobil ini.

Setirnya juga enteng banget karena sudah memakai EPS (electric power steering). Bila dibandingkan dengan mobil sekelasnya, driving position-nya paling rendah, jadi benar-benar kelihatan ‘tenggelam’. Memang ground clearance mobil ini paling rendah (145 mm bila dihitung dengan karet pelindung dan 190 mm bila dihitung dari bodi).

Jadi semisal di jalan terantuk polisi tidur atau jalan berlubang, pemilik Brio itu seharusnya sudah merasa biasa apalagi bila diisi 5 penumpang full yang berat-berat, pasti belakangnya agak gesrot.


Apa yang kami rasakan peredaman mesinnya bagus. Tapi untuk peredaman suara dari kolong masih kurang. Handling-nya ini enak banget tapi sayangnya suspensi tidak seempuk Mitsubishi Mirage. Tarikannya juga spontan, pengeremannya oke.

Bila Anda suka tunggangan yang gesit, mobil ini adalah pilihan utama. Dengan harga di bawah rata-rata tapi bisa mendapat performa yang paling kencang.

Namun performa mobil 100 ps ini kami rasa masih agak kurang padahal  bila  dibandingkan dengan Yaris yang cuma 109 ps seharusnya tarikannya bisa lebih spontan. Bisa jadi karena transmisinya agak berat terutama bila dibandingkan dengan Yaris Automatic. Akselerasi Yaris lebih nendang.

Kestabilan mobil ini cukup bagus, tidak ada gejala limbung saat dipacu pada 120 km/h. Bahkan dibandingkan Yaris sekalipun. Ini berkat suspensinya yang agak keras dan strut-nya yang pendek. Bisa dikatakan inilah keunggulan kendaraan dengan ground clearance yang rendah.

Brio Satya 1.200 cc E MT 2014 (LCGC)
Anehnya kami hampir tidak bisa menemukan perbedaan signifikan pada saat test Brio tipe ini. Secara data teknis memang seharusnya 1.200 cc kemampuannya dibawah Brio 1.300 cc.

Namun kenyataannya handling dan akselerasi hampir sama rasanya. Bisa jadi ini dikarenakan pada saat test Brio 1.200 cc menggunakan transmisi manual yang lebih spontan.

Memang ada sedikit suara kolong yang masuk dibanding dengan tipe 1.300 cc.


Jadi yang membedakan Honda Brio Satya ini dengan Brio 1.3 hanya pada mesin 1.200 cc dan transmisi manual yang diusungnya. Selebihnya tak ada yang berbeda, handling, performa, serta sistem suspensinya bisa dibilang mirip.

Konsumsi Bahan Bakar

Dalam kota 1 ltr:12 km
Luar Kota 1 ltr:17 km

Selanjutnya: Penilaian Terakhir
Share on Google Plus

About Handi Cahyono

Seorang enthusiast dan jurnalis di bidang otomotif dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. Apapun yang mempunyai ban, kecuali troli belanja, akan menjadi perhatiannya. Mulai diecast hingga doubledecker.

Cari Berita Lain

close
Promo Hyundai Bunga 0 Persen